Breaking News:

Heboh Tuyul di Dayeuhkolot, Warga Sering Kehilangan Uang, Ultimatum Pemilik Tuyul Agar Setop Operasi

Pengumuman yang dibuat dan ditandatangani oleh Ketua RW dan korban itu ditempel di rumah-rumah warga.

Editor: Machmud Mubarok
Kompasiana
Ilustrasi gambar tidak berkaitan dengan berita 

"Iya sudah ada tiga orang warga yang melapor kepada saya mereka kehilangan uang secara misterius," ujar Ketua RW 03, Eka Kandawira di kediamannya, tadi siang.

Adapun para pelapor tersebut atas nama Ully Sutarman, Dani, dan Titin Rosmayanti, yang merupakan warga RW 03. Menurutnya rata-rata warga mengaku kehilangan uang mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu saja, tidak dalam jumlah yang sangat banyak.

"Jadi hilangnya itu tidak semuanya, hanya Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribuan. Jadi tidak diambil semuanya dan kejadiannya suka di malam hari," katanya.

Menurutnya warga mengambil kesimpulan ada warga yang memelihara Tuyul dan mahluk sejenisnya yang kerap mengambil uang-uang warga. Karena banyak warga yang sering kehilangan uang secara misterius tanpa diketahui pelakunya.

"Iya mungkin ada warga sini yang begitu (memelihara tuyul), makanya kami membuat pengumuman itu agar tidak berkeliaran di sini," ungkapnya.

INI SURAT ULTIMATUM AGAR TUYUL BERHENTI BEROPERASI:

Surat pemberitahuan soal warga RW 03 Cilisung yang sering kehilangan uang dan ultimatum kepada pemilik tuyul agar berhenti beroperasi.
Surat pemberitahuan soal warga RW 03 Cilisung yang sering kehilangan uang dan ultimatum kepada pemilik tuyul agar berhenti beroperasi. (Tribun Jabar/Mumu Mujahidin)

Baik Eka maupun pelapor sendiri mengaku belum melihat atau tanda-tanda yang lebih spesifik terkait keberadaan tuyul tersebut. Namun karena mendapat keluhan dari warga yang mengaku kerap kehilangan uang tersebut, akhirnya pihak RW merespon dengan membuat pengumuman tersebut.

Nikita Mirzani Pakai Hotpants Pamer Aksi Tendangan Kungfu, Begini Reaksi Para Netizen

"Anggapan saja, kalau melihat langsung atau tanda-tandahya juga tidak ada, cuma banyak laporan dari mulut ke mulut. Kejadiannya sudah lama cuma warga menganggapnya biasa aja, dan baru sekarang ramenya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved