Tiga Emak-emak Sediakan Bilik Asmara Rp 50.000 & Jasa Seksual, Sehari Ada 10 Pasangan 'Ngamar'

Tiga Emak-emak Sediakan Bilik Asmara Rp 50.000 & Jasa Seksual, Sehari Ada 10 Pasangan 'Ngamar'

Istimewa
Ilustrasi prostitusi 

TRIBUNCIREBON.COM– DW alias Bunda (47)  ibu rumah tangga di Desa Karangmulya Padaherang Pangandaran ini ternyata punya usaha sampingan  yaitu menyediakan kamar untuk berkencan

Sekali “ngamar” pelanggan cukup bayar Rp 50.000 sampai Rp 120.000.

Untuk menjalankan bisnis sampingannya tersebut, DW juga merekrut dua “karyawan” masing-masing LN (42) asal Sukasari Banjarsari dan HR (42) asal Sukamaju Banjarsari.

Keduanya juga ibu rumah tangga, yang bertugas dibagian administrasi mencatat keluar masuk uang berikut catatan sewa kamar.

Tergoda Lihat Adik Ipar Pakai Baju Seksi, Pria Ini Setubuhi Adik Ipar Berkali-kali Saat Istri Tidur

Sekaligus juga mencari atau mengubungi perempuan untuk diajak kencan pria hidung belang yang akan berkencan.

Perawat Pria Nekat Setubuhi Jenazah Wanita di Kamar Mayat, Babak Belur Saat Dipergoki Suami Korban

Dilansir dari Tribun Jabar, Tak hanya menyediakan kamar untuk berkencan,  DW alias Bunda juga menyediakan alat kontrasepsi dan obat kuat.

Ada tiga kamar di rumah DW yang digunakan untuk tempat kencan (bilik cinta).

“Tersangka sudah empat tahun menjalani usaha penyewaan kamar untuk perbuatan cabul tersebut,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso yang didampingi Kasat Reskrim AKP Risqi Akbar dan Kasubag Humas POlres Ciamis Iptu Iis Yeni Adiningsih kepada Tribun dan wartawan  lain di Mapolres Ciamis, Senin (30/9) siang.

Tiga rumah tangga jadi tersangka karena punya bisnis sampingan menyediakan “bilik asmara” untuk pasangan yang akan berbuat mesum  di Padaherang Pangandaran
Tiga rumah tangga jadi tersangka karena punya bisnis sampingan menyediakan “bilik asmara” untuk pasangan yang akan berbuat mesum di Padaherang Pangandaran (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Keseringan Nonton Video Porno, Remaja Ini Berhubungan Badan Dengan Ibu Kandung & Adik: Nafsu Pak

Sementara barangbukti yang diamankan berupa  buku catatan sewa kamar, uang tunai tiga  lembar pecahan Rp 10.000 dan  dua lembar pecahan Rp 50.000, dua saset kondom, 1 tisu basah super magic dan 1 saset obat kuat tongkat arab.

Menurut Kasat Reskrim POlres Ciamis AKP Risqi Akbar, keberadaan rumah yang menyediakan kamar untuk tempat kencan di Padaherang Pangandaran tersebut sudah berlangsung sejak 4 tahun lalu dan sudah meresahkan warga.

Keberadaan “bilik cinta” tersebut sohor dari mulut ke mulut. Dan penggunanya datang sudah dengan pasangannya atau minta dicarikan pasangan untuk berkencan.

Kelompok Anarko Terindikasi Pengunjuk Rasa Rusuh di Depan Gedung DPRD Jabar Kemarin

Sekali “ngamar” dipungut uang sewa  antara Rp 50,000 sampai Rp 120.000.  Tersangka kadang juga mendapat bonus dari penyewa kamar.

“Bila lagi ramai, bisa sepuluh pasangan yang sewa tempat per hari,” ujar AKP Risqi Akbar

Ketiga ibu rumah tangga tersebut menurut Kapolres AKBP Bismo Teguh Prakoso dijerat ketentuan pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara. (andri m dani)

Bilik Cinta di Pasar

 Sebuah praktik prostitusi terselubung di Madiun, Jawa Timur, akhirnya berhasil dibongkar pemerintah setempat.

Pemerintah Kabupaten Madiun membongkar praktik prostitusi terselubung yang berkedok sebagai warung kopi (Warkop).

Dilansir dari Grid.ID, lokasi prostitusi berkedok warung kopi ini berada di Pasar Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, Madiun, Jawa Timur.

Petani Indramayu Unjuk Rasa: Tidak Apa-Apa Kaki Kita Kapalan, Tapi Suara Petani Harus Disuarakan

Setidaknya, ada sekitar 47 lokasi prostitusi berkedok warung kopi yang ditemukan petugas di Pasar Muneng.

Mengutip Kompas.com, penemuan lokasi prostitusi berkedok warung kopi ini pertama kali diungkap oleh Bupati Madiun, Ahmad Dawami.

Bupati Madiun yang akrab disapa Kaji Mbing ini mengungkap praktik prostitusi terselebung ini dengan cara yang unik.

"Saya menyamar jadi pelanggan biar saya mendapatkan keyakinan pasti kalau lokalisasi itu benar-benar masih beroperasi.

Naksir Teman Kerja Tapi Gak Berani, Hakim Karyawan Geprek Bensu Nekat Merekam Teman Kerjanya Mandi

"Setibanya di warung itu saya langsung ditawari. Saya bilang besok baru kembali lagi. Biar saya siap-siap dulu," ungkap Kaji Mbing.

Kaji Mbing pun kembali ke lokasi, bedanya, ia membawa petugas Satpol PP bersamanya guna membongkar lokasi prostitusi tersebut.

Mirisny, bilik-bilik asmara yang disediakan praktik prostitusi berkedok warung kopi ini terlihat seperti kandang ayam.

Mengutip Surya Malang, puluhan kamar yang digunakan sebagai tempat prostitusi itu hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter.

Istri Setia, Suami Sakit Paru-paru 14 Tahun. Rawat Penuh Kasih Hingga Bawa Suami ke RS Pakai Troli

Bilik asmara itu hanya dibuat dari kayu dan papan triplek.

Sekilas, orang awam tak akan tahu jika di warung kopi tersebut terdapat bilik asmara.

Pasalnya, kamar-kamar sempit itu juga berada di kolong meja.

Pada bagian atasnya, terdapat rak tempat menyimpan kopi, gula, dan barang dagangan lainnya.

Ketika dilihat secara seksama, maka bilik asmara ini terlihat sebagai peti kayu, yang dilengkapi pintu kecil yang bisa dibuka dengan cara menggesernya.

Saking kecil dan sempitnya, bilik asmara ini bisa dibilang mirip seperti kandang ayam.

VIRAL, Ajak Nyanyi Biduan, Sang Nenek Cemburu dan Nangkring di Pangkuan Sang Kakek, Lihat Videonya

Meski begitu, di dalam kamar triplek mungil ini disediakan kasur, bantal, wewangian, lotion, tisu, hingga kipas angin, layaknya kamar biasa.

Meja warkop yang dimodifikasi menjadi bilik asmara itu pun langsung dibongkar oleh petugas agar tak dipakai lagi.

Ternyata, praktik prostitusi terselubung ini sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu.

Hal ini diungkap oleh seorang perangkat Desa Moneng, Parmin (49).

Parmin mengatakan bahwa Pasar Muneng sudah dijadikan tempat mesum sejak puluhan tahun lalu.

"Sudah puluhan tahun, sejak saya masih kecil sudah ada.

Dulu mungkin awalnya cuma satu, lama kelamaan, ada pendatang satu, dua, dari luar daerah masuk ke pasar, akhirnya satu tambah satu, sekarang jadi banyak," ungkap Parmin.

Parmin menjelaskan, jika Pasar Muneng awalnya hanya digunakan sebagai tempat transaksi saja.

Namun lama kelamaan, banyak pedagang nakal yang menyediakan bilik-bilik asmara di warungnya.

Pasasr Muneng sendiri, merupakan pasar tradisional yang berlokasi di Jalan Raya Madiun-Ngawi, perbatasan antara Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi.

Berikut video penampakan bilik asmara mirip kandang ayam, yang menjadi lokasi prostitusi terselubung berkedok warung kopi di Pasar Muneng, Madiun:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved