Bongkar Jejak PKI di Indramayu: 7 Polisi Hutan Dibantai Bertepatan G30SPKI
Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) meninggalkan coretan hitam dalam sejarah bangsa Indonesia
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Peristiwa Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) meninggalkan coretan hitam dalam sejarah bangsa Indonesia.
Namun, siapa sangka dari rentetan coretan hitam itu, Kabupaten Indramayu pun pernah tercatat sebagai daerah dari pemberontakan partai komunis.
Suherman, anak dari saksi sejarah pada peristiwa itu mengungkapkan, pemberontakan PKI di Kabupaten Indramayu terjadi pada Oktober 1964 silam.
Kala itu, PKI melakukan aksi pengeroyokan kepada tujuh anggota polisi kehutanan yang bertugas di Kabupaten Indramayu.
"Ayah saya dahulunya adalah aktivis Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), AMPI ini yang menentang keras paham kiri di Indramayu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (30/9/2019).
Dirinya menceritakan, tidak mengetahui secara persis lokasi kejadian pembantaian ketujuh polisi hutan itu.
Hanya saja, ada kabar yang menyebutkan bahwa kejadian itu diperkirakan terjadi di daerah Cikawung, Sanca, Kroya, Jatimunggul, Plosokerep, dan Haurgeulis.
Lokasi-lokasi itu merupakan kawasan hutan lebat yang mana pada waktu itu menjadi perebutan oleh pihak berpaham komunis dengan aparat bersenjata (TNI-Polri).
"Kenapa yang diserang itu polisi hutan, karena yang menguasai kawasan hutan itu ya Polisi Kehutanan, mereka ingin merebut kedaulatan," ujar dia.
Suherman menjelaskan, pada dasarnya syarat untuk menguasai suatu negara harus menguasai tiga aspek.
Pertama, menguasai dahulu kaum tani. Hal tersebut karena Kabupaten Indramayu merupakan wilayah agraria. Kedua, kuasai dahulu kaum buruh dan ketiga, lumpuhkan angkatan bersenjatanya.
"Saat itu masyarakat banyak dari tani dan buruh sudah dikuasai. Mereka didoktrin bahwa tanah hutan itu milik rakyat dan harus dikuasai oleh rakyat," ucapnya.
Dirinya menceritakan kebengisan antek PKI dalam menghasut para petani. Para petani itu didoktrin untuk melawan dengan cara menguasai kawasan hutan di Kabupaten Indramayu.
• CATATAN Sejarah: Hari Ini Tragedi G30SPKI, Gadis Kecil Ade Irma Tertembak, AH Nasution Selamat
• Ternyata Tragedi G30SPKI Ada 1 Sosok Jenderal Yang Selamat Loh, Siapa Dia?
• TAHUKAH Anda Sejarah 30 September? INI Sejarah G30SPKI, 7 Jenderal Dibunuh & Dibuang ke Lubang Buaya
"PKI ini adalah Organisasi Tanpa Bentuk (OTB). Yang dimainkan oleh mereka itu masyarakat, para petani," ujar Imam Suherman.