TERKINI Situasi DPRD Jabar, Ribuan Pengunjuk Rasa Kembali Penuhi DPRD Jabar, Banyak Berseragam SMA

Massa kembali berunjuk rasa di halaman kantor DPRD Jabar, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, pada Selasa (24/9).

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Massa kembali berunjuk rasa di halaman kantor DPRD Jabar, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung pada Selasa (24/9). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Massa kembali berunjuk rasa di halaman kantor DPRD Jabar, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, pada Selasa (24/9).

Pantauan Tribun, massa kali ini berbeda dengan massa sebelumnya yang mayoritas mengenakan jaket almamater. Kali ini, massa sebagian kecil mengenakan jaket almamater dan sebagian lagi berpakaian hitam-hitam.

Sebagian kecil lainnya ada pelajar SMA mengenakan seragam putih abu-abu namun mengenakan jaket. Mereka berasal dari sejumlah SMA di kota Bandung dan datang ke Kantor DPRD Jabar melihat ajakan dari media sosial Instagram.

"Saya tahu dari Instagram, ada ajakan untuk unjuk rasa di sini," ujar seorang remaja mengaku dari kabupaten Bandung. Ia menolak disebutkan namanya.

Pantauan Tribun, ‎mereka yang berseragam SMA tercatat tidak lebih ratusan orang. Dari perbincangan Tribun dengan mereka, mereka datang dengan fokus isu yang berbeda.

"Saya datang ke sini untuk mengkritisi sistem zonasi pendidikan. Selebihnya enggak tahu," ujar soerang pelajar kelas 2 SMA di Kota Bandung.

Dari sejumlah orasi yang disampaikan, mereka ‎umumnya mengkritisi DPR dan pemerintahan yang membahas undang-undang yang bermasalah. Seperti UU KPK, rancangan KUHP hingga RUU Pertanahan.

Unjuk Rasa Tolak 4 RUU

Ribuan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bandung Raya melakukan longmarch dan aksi unjuk rasa menentang Revisi UU KPK, UU KUHP, UU PKS, dan UU Pertanahan, Senin (23/9/2019).

Mereka awalnya melakukan longmarch dari Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat ke Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat pukul 12.00. Sesampainya di gedung dewan, mereka kembali berorasi.

Para mahasiswa ini melakukan aksinya memakai jas almamater masing-masing perguruan tingginya. Mereka di antaranya berasal dari Unisba, UIN Bandung, Telkom University, Unpas, dan Unjani. Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah poster bertuliskan "Demokrasi Mati Suri", "Selamatkan KPK", "Save KPK" dan poster penolakan lainnya.

Presiden Mahasiswa Telkom University, Yusuf Syahputra Gani, mengatakan dalam aksi ini mahasiswa mengajukan beberapa tuntutan. Di antaranya, menolak semua rancangan undang-undang yang merugikan masyarakat yang tengah digodok pemerintah.

Unjuk Rasa Mahasiswa di Bandung Ricuh, Polda Jabar Ungkap Diduga Ada Kelompok Provokatif Kericuhan

Mahasiswa Unpad Akan Berunjuk Rasa ke Senayan Hari Ini, Kemarin Unjuk Rasa di Bandung Ricuh

Unjuk Rasa Mahasiswa di Bandung Ricuh, Lemparan Batu dan Gas Air Mata Warnai Aksi Penolakan RUU KPK

"Kami menolak RUU KPK, RUU KUHP, RUU PAS (pemasyarakatan), dan RUU Pertanahan. Kami meminta audiensi dengan Ketua DPRD Jabar," ujar Yusuf dalam kesempatan tersebut.

Presiden Mahasiswa Teknik Universitas Pasundan, Fauzan Rizky Bayu Pratama, mengatakan mahasiswa ingin menyuarakan aspirasi masyarakat Jabar. Walaupun berbeda-beda kampus, semua mahasiswa melebur jadi satu untuk tujuan yang sama, menolak RUU KPK, RUU KUHP dan RUU PAS, dan RUU Pertanahan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved