Senin, 20 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

BERANI, Saat Disemprot Air, Pendemo Ini Justru Naik ke Mobil Water Canon dan Ubah Posisi Selang

Polisi mulai menembakan air lewat mobil water cannon ke arah mahasiswa yang sedang berdemo di depan Gedung DPR,

(Tangkapan layar siaran KOMPAS TV)
Seorang pendemo menaiki mobil water cannon dan mengubah posisi selang agar tidak mengenai mahasiswa di depan Gedung DPR, Selasa (24/9/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Polisi mulai menembakan air lewat mobil water cannon ke arah mahasiswa yang sedang berdemo di depan Gedung DPR, Selasa (24/9/2019). Dalam situasi itu, salah seorang pendemo langsung menaiki mobil water cannon tersebut.

Dengan susah payah, dia berupaya menggapai selang air yang ada di atas mobil water cannon. Dia kemudian mengubah posisi selang menjadi ke atas. Setelah posisi selang diubah, pancuran air tidak lagi tertuju ke arah mahasiswa melainkan ke arah atas. Semprotan air pun tidak bisa mengenai siapa pun.

Meski demikian, mobil water cannon lainnya tetap beroperasi dan menyemburkan air ke arah mahasiswa. Seperti diketahui, mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dengan tujuan menuntut dibatalkannya pengesesahan UU KPK dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

RKUHP menjadi perbincangan masyarakat karena terdapat sejumlah pasal kontroversial. Pasal-pasal kontroversial tersebut di antaranya delik penghinaan terhadap presiden/wakil presiden (Pasal 218-220), delik penghinaan terhadap lembaga negara (Pasal 353-354), serta delik penghinaan terhadap pemerintah yang sah (Pasal 240-241).

Mahasiwa menegaskan bahwa aksi unjuk rasa mereka sama sekali tidak terkait upaya untuk menggagalkan pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan pakil presiden terpilih pada 20 Oktober nanti.

Kericuhan Terjadi juga di Bandung

Bentrokan antara massa pendemo di Gedung DPRD Jabar dengan polisi kembali terjadi pada Selasa (24/9).

Pantauan Tribun, massa yang berunjuk rasa menentang pengesahan UU KPK dan KUHP itu memaksa masuk Gedung DPRD Jabar. Namun, dihadang barikade polisi.

Massa gabungan elemen mahasiswa dan kelompok anarko ini, kemudian melempari polisi dengan berbagai barang seperti batu, sepatu, botol minuman hingga tongkat kayu.

Lemparan massa itu dibalas dengan tembakan gas air mata hingga water canon. Massa berlarian ke arah Jalan Banda, Trunojoyo hingga arah Gedung Sate.

Massa di depan Gedung Sate sempat melakukan perlawanan dengan melempari polisi. Massa tetap dihalau mundur.

Sementara itu, pantauan Tribun di Jalan Banda, massa juga berhamburan ke arah Jalan LLRE Martadinata dari Jalan Banda. Mereka berlarian menghindari gas air mata yang membuat perih mata.

Berjatuhan Korban

Pantauan Tribun Jabar di lokasi, terdapat lebih dari empat orang peserta aksi unjukrasa di Gedung DPRD Jabar, harus mendapat perawatan medis, Selasa (24/9/2019).

Tiga orang digotong oleh rekan-rekannya ke arah Polisi dalam kondisi tidak berdaya. Polisi pun mengarahkan korban untuk masuk ke area Gedung DPRD Jabar. Pasalnya, tim medis dari PMI dan Polda Jabar sudah bersiap di halaman kantor DPRD Jabar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved