Breaking News:

Hingga September 2019, Ada 31 Laporan Kekerasan, DP3A Indramayu Imbau Tak Sungkan & Malu untuk Lapor

Hingga September 2019, Ada 31 Laporan Kekerasan, DP3A Indramayu Imbau Tak Sungkan & Malu untuk Lapor

Dok Tribun Manado
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Indramayu mencatat tingkat kesadaran masyarakat melapor terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Indramayu selalu meningkat setiap tahunnya.

Kepala Dinas DP3A Kabupaten Indramayu, Lily Ulyati menyebutkan, di tahun 2019 terhitung sejak bulan Januari sampai September 2019 pihaknya sudah menerima sebanyak 31 laporan kekerasan.

"Memang ada 31 laporan kekerasan, tapi untuk kasusnya ini justru menurun," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com saat ditemui di Balai Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jumat (20/9/2019).

NASIB Miris Pemeran Video Vina Garut, Rayya Meninggal Dunia, Sosok V Kini Jalani Pemulihan Mental

Pelaku Video Syur Ternyata Guru Honorer SMK Swasta Bukan ASN Pemprov Jabar, Sudah Setahun Selingkuh

Disebutkan dia, kasus-kasus tersebut meliputi beberapa macam kekerasan, di antaranya kekerasan pelecehan seksual, perdagangan manusia, penelantaran, depresi, anak bermasalah hukum dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk tahun 2018, laporan yang diterima DP3A Kabupaten Indramayu terhadap kasus kekerasan tersebut masih ditergolong minim, hanya ada 30 laporan.

Hal tersebut dikarenakan masih banyak masyarakat yang enggan melapor karena merasa malu, mereka beranggapan kekerasan yang mereka alami itu adalah sebuah aib.

Sejumlah Anak Sedang Bermain Temukan Janin Bayi yang Masih Basah & Ari-arinya Masih Menempel

Lucinta Luna Ketahuan Pakai Rambut Palsu, Ternyata Rambut Aslinya Pendek Disebut Mirip Cowok Macho

Meski demikian, pihaknya terus berupaya meyakinkan masyarakat agar tidak sungkan untuk melapor bilamana mendapat kekerasan, salah satunya dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sejak Januari 2019 lalu.

Menurut Lily Ulyati, dengan adanya P2TP2A sangat membantu masyarakat untuk bisa lebih terbuka dalam mengadukan tindakan kekerasan yang mereka alami.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Indramayu, Lily Ulyati, Jumat (20/9/2019).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Indramayu, Lily Ulyati, Jumat (20/9/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Dirinya optimis, dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melapor menjadi upaya preventif pemerintah untuk semakin menekan tindak kekerasan terutama terhadap perempuan dan anak.

Anthony Ginting Melaju ke Semifinal,TONTON Perempat Final China Open 2019 Via Live Streaming di Sini

Pria Ini Tega Sebarkan Video Hubungan Badan Bersama Selingkuhannya di Mobil ke Grup Facebook Mesum

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved