Meninggalnya Fatir Ahmad Bocah Korban Bully, Tetangga Kontrakan Sebut Fatir Sakit Infeksi Tetanus

Bocah berusia enam tahun berinsial FA, belakangan viral di media sosial setelah meninggal dunia diduga karena dibully oleh teman

Facebook/Fatir Ahmad
Kolase foto Fatir Ahmad dan kuburannya. 

Sepengetahuannya sebelum dirawat, bocah berusia enam tahun itu diurut oleh orangtuanya.

"Itu saya tahunya dia sakit diurut 2 kali di sini (dikontrakan) manggil tukang urut, saya tahunya itu doang. Nah kata tetangga sini pas abis diurut itu anaknya sempet kejang-kejang terus baru dibawa ke RS Polri Kramat Hati," jelas dia.

Suparno mengaku sempat berbincang dengan ayah tiri FA yang menyebutkan, bocah berusia enam tahun itu menderita sakit tetanus hingga membuatnya kritis detik-detik sebelum dibawa ke rumah sakit.

"Itu saya sempet nanya ke suaminya (ayah tiri korban, suami sambung dari ibu korban), saya nanya katanya sakit infeksi di tenggorokan tetanus langsung ke saraf, saraf kejepit, dibawa ke rumah sakit itu badannya udah kaku," jelas dia.

Fatir Ahmad, korban bulllying dan sang ibunda
Fatir Ahmad, korban bulllying dan sang ibunda (Kolase Tribun Cirebon/Facebook Fatir Ahmad dan Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Suparno merupakan ayah bocah berinisial IB (8), teman sepermainan FA semasa tinggal di Kota Bekasi, namanya sempat disebut FA dalam unggahan viral di media sosial sebagai pelaku bully.

Menanggapi hal itu, Suparno mengaku tidak tahu sama sekali, mengapa anaknya bisa disebut dan dituduh melakukan perbuatan bully.

Padahal kata dia, selama ini anaknya bergaul dengan anak-anak seusianya dan tidak pernah bertingkah aneh hingga melukai orang lain.

"Main ya sama siapa aja, karena anak saya rumahnya deket kalau abis magrib juga banyak anak-anak sini pada ngaji di rumah saya," kata Suparno.

Kabar viral ini tentu membuatnya terusik dan tidak kuat melihat komentar-komentar hujatan kepada dia dan putranya. Suparno juga pasrah jika kasus ini harus dibawa ke ranah polisi, hal ini justru diharapkan bisa menjawab tuduhan yang disebutnya tak mendasar setelah tersebar di media sosial.

"Pasrah serahin sama Allah, kalau mau dilaporin polisi, kalau (korban) buat laporan kan nanti bisa divisum, diotopsi, jadi yang salah siapa bisa ketahuan," kata Suparno.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video seorang bocah sedang merintih kesakitan viral di media sosial.

Dalam video tersebut bocah laki-laki tersebut tampak berbaring dan menangis.

Sementara itu, selang infus tampak terpasang di tubuh bocah itu.

Bocah tersebut juga menyebut, ia sakit karena ulah seseorang.

"Iqbal ditangkap polisi ya ma, Iqbal yang bikin kaya gini," ujar bocah tersebut sembari merintih kesakitan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved