Dituding Najwa Sihab Terkesan Menutupi Informasi Rusuh di Papua, Wiranto: Jangan Asal Nuduh Ya!

Dituding Najwa Sihab Terkesan Menutupi Informasi Rusuh di Papua, Wiranto: Jangan Asal Nuduh Ya!

Facebook Live Trans 7
Najwa Sihab, Wiranto 

TRIBUNCIREBON.COM- Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto meminta presenter Najwa Shihab tak asal menuduh terkait Rusuh di Papua.

Dilansir TribunWow.com, pernyataan itu dilontarkan Wiranto saat dicecar pertanyaan soal informasi mengenai kerusuhan di Papua, dalam tayangan Mata Najwa, Rabu (4/9/2019).

Awalnya, Najwa Shihab menanyakan soal kondisi terkini di Papua yang disebut berangsur kondusif.

Menangi Derbi Merah Putih, Greysia/Apriani Melaju ke Perempat Final Chinese Taipei Open 2019


"Data yang kami himpun total ada 6.000 pasukan gabungan TNI-Polri di Papua dan Papua Barat," ucap Najwa Shihab.

"Apakah memang perlu pasukan sebanyak itu Pak Wiranto?," tanya Najwa Shihab.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wiranto menjelaskan bahwa pasukan sebanyak itu memang dibutuhkan.

 
"Bukan untuk menekan, bukan untuk memerangi rakyat, bukan," jawab Wiranto.

Dua Wanita Ini Digrebek Tanpa Busana, Ternyata Lagi Tunggu Pelanggan untuk Berhubungan Badan Bertiga

Najwa Shihab dan Wiranto saat membahas soal Papua di Mata Najwa, Rabu (4/9/2019) (Facebook Live Trans7)
"Tetapi justru kita butuhkan untuk bagaimana menjaga masyarakat agar tidak menjadi korban, dari suatu kerusuhan."

Wiranto lantas menjelaskan alasan lain penugasan ribuan aparat gabungan di Papua dan Papua Barat.

"Yang kedua juga kita butuhkan untuk melindungi obyek-obyek vital, obyek-obyek penting, instalasi-instalasi penting," papar Wiranto.

"Fasilitas-fasilitas umum yang memang untuk publik, itu kalau tidak dilindungi, tidak dijaga, dibakar, dirusak, itu akan sangat merugikan rakyat sendiri."

"Jadi jangan kemudian disalahtafsirkan dikirimkan justru untuk memerangi rakyat kita, tidak pernah."

"TNI-Polri dipersenjatai, dilatih bukan untuk memerangi rakyat sendiri, tapi menjaga rakyat kita," ungkap Wiranto.

Sebelum Bunuh Edi, Aulia Kesuma Ngaku Rutin Berhubungan Badan: Edi Seminggu Tiga Kali Minta Jatah

Najwa Shihab kemudian menanyakan soal penilaian sejumlah kalangan terkait ribuan pasukan itu.

"Yang jelas sejumlah kalangan menilai pelibatan sebanyak itu justru menimbulkan kesan intimidatif," kata Najwa Shihab.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Wow
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved