Persija Jarang Menang, Animo The Jak Mania Menonton ke Stadion Menurun, Persija Akan Pindah Stadion

Dukungan dan support dari kelompok suporter The Jakmania mengalami penurunan saat tim Persija Jakarta berlaga di kandang

TRIBUNJAKARTA.COM/WAHYU SEPTIANA
Spanduk atau banner kritikan dari The Jakmania kepada pemaim, pelatih, dan manajemen Persija Jakarta terpampang di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019). 

"Kalau seperti itu, Persija bukan melihat untung atau rugi, tetapi dengan penonton yang kurang banyak tentunya tidak memberikan effort yang banyak terhadap motivasi pemain. Itu yang penting," tambahnya.

Dengan adanya siklus tersebut, manajemen Persija memastikan tidak akan kapok menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai kandang.

Ferry Paulus memastikan, saat timnya menjalani laga-laga big match dan krusial akan kembali menggunakan SUGBK sebagai kandang.

Aksi koreo The Jak Mania masuk dalam suporter paling fenomenal sepanjang 2018
Aksi koreo The Jak Mania masuk dalam suporter paling fenomenal sepanjang 2018 (Dok.Persija)

"Poin pertamanya kami tetap gunakan GBK. Aura kesenangan pemain tentu ada di GBK," terang Ferry.

Pertandingan krusial seperti lawan Persib, PSM, dan beberapa tim besar lainnya di Indonesia pasti banyak menarik minat suporter untuk datang ke stadion.

"Banyak tidak hanya Persib, termasuk juga lawan PSM, Arema FC. Saya pikir, dimana pun pertandingan ada penonton event itu di Barcelona misalnya, kalau Barcelona lawan Real Madrid pasti yang nonton banyak, harganya juga melambung, karena itu memang tradisi dan memang itu menjadi animo alam yang terjadi," tutur Ferry Paulus.

Terakhir ditahan PSM 0-0

Persija Jakarta kontra PSM Makassarselesai tanpa pemenang pada laga tunda pekan ketujuh Liga 1 2019, Rabu (28/8/2019) sore.

Persija Jakarta dan PSM Makassar sama-sama gagal membuat gol pada pertandingan ini dan skor 0-0 jadi catatan akhir laga.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Persija Jakarta ’kalah’ jumlah pemain asing dari tamunya PSM Makassar.

Sebab, Persija hanya bisa memainkan dua pemain asing yang tersisa yaitu gelandang Rohit Chand dan striker Marko Simic.

Sementara itu, tim tamu memainkan komplet pilar asing mereka pada starter pilihan pelatih Darija Kalezic.

Para pemain asing itu adalah bek Aaron Evans, duo gelandang asal Belanda, Marc Klok dan Wiljan Pluim, plus striker Eero Markkanen.

Laga yang berlangsung dalam tempo lumayan cepat ini, kedua tim memang mampu menciptakan sejumlah peluang bagus.

Namun, penyelesaian akhir dari lini depan Persija Jakarta dan PSM Makassar masih belum maksimal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved