Selasa, 5 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Detik-detik KA Argo Parahyangan Tabrak Bus Agramas, Begini Menurut Kesaksian Warga

aat dievakuasi, posisi bus dalam keadaan miring. Satu unit mobil derek berwarna biru tampak berada persis di depan bus itu.

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Ery Chandra
Bus Agramas yang mengalami kecelakaan ditabrak KA Argo Parahyangan dievakuasi agar tidak menghambat arus lalu lintas di Kampung Gorowong, Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, Senin (26/8/2019). 

 Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNCIREBON.COM, KARAWANG - Ratusan orang menyaksikan secara langsung proses evakuasi bus AgraMas yang mengalami kerusakan cukup parah. Bus tanpa penumpang itu mogok di tengah rel KA dan ditabrak KA Argo Parahyangan, Senin (26/8/2019). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Dari pengamatan Tribun Jabar, saat dievakuasi, posisi bus dalam keadaan  miring. Satu unit mobil derek berwarna biru tampak berada persis di depan bus itu.

 Ade (33), seorang warga, yang menyaksikan evakuasi,  menceritakan pada saat kejadian sekitar pukul 12.30 WIB, dirinya tengah berada di kios penjualan pulsanya. Saat itu, tiba-tiba terdengar suara benturan cukup keras.

"Pas itu sempat didorong sama beberapa orang warga, dan enggak kuat didorong karena
berhubung keretanya cepat. Sopirnya loncat dari bus. Suaranya kencang banget sampai ke belakang suaranya," ujar Ade, di Kampung Gorowong, Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Senin (26/8/2019).

Ipda Erwin Terbakar Hidup-hidup Kini Meninggal, Anak Ipda Erwin: Saya Sempat Dendam ke Pengunjukrasa

Ki Prana Lewu Beri Peringatan ke Peneror Ruben Onsu : Ketidakbaikan Akan Kembali ke Si Pengirim!

Ade menuturkan bus tersebut sempat terseret hingga beberapa meter dan mengenai rumah kontrakan.

Hal serupa disampaikan oleh warga setempat, Nata Wijaya (48). Ia mengatakan setelah mendengar suara tabrakan antara kereta dan bus, dirinya segera menuju lokasi kecelakaan.

"Pas kejadian kedengaran suara benturan cukup keras. Cepat sekali kejadiannya, posisi mobil sudah nempel di bangunan itu. Jam tiga baru mulai evakuasi sampai sekarang," katanya.

Kaget Lihat Raul Lemos Tidur dengan Wanita Lain, Tantri Kotak Langsung Minta Maaf ke Krisdayanti

Jerinx SID, Pria Bertato yang Pernah Bikin Via Vallen Menangis, Berani Tantang Habib Bahar bin Smith

Diberitakan sebelumnya, sebuah bus PO Agramas dengan nomor polisi T 7915 DC bertabrakan dengan KA Argo Parahyangan 32 Gambir-Bandung, Senin (26/8/2019) sekitar pukul 12.30. Tabrakan terjadi karena Bus Agramas masuk ke jalur kereta api (KA) di perlintasan KA Kampung Gorowong Kelurahan Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

Kasatlantas Polres Karawang AKP Bariu Buwana mengatakan kronologi kejadian pada saat bus Po Agramas tak berpenumpang jalan dari arah Jalan Surotokunto menuju Gorowong.

Ketika di lokasi mesin kendaraan mati dan ditabrak oleh kereta Argo Parahyangan dengan masinis Martin Affandi yang berjalan dari arah Jakarta menuju Cikampek.

"Masih evakuasi di lokasi. Akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa," ujar Bariu, saat dikonfirmasi Tribun Jabar melalui ponselnya, Senin (26/8/2019).

Bariu mengatakan kejadian yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB itu membuat kereta api dan bus mengalami kerusakan. Diperkirakan kerugian materi yang dialami  sebanyak Rp.250.000.000.

"Kurang hati-hatinya pengemudi Bus Po Agramas Nopol T 7915 DC pada saat melintasi perlintasan kereta api sehingga terjadi laka lantas," katanya.

Perjalanan KA Terhambat

Kecelakaan KA Argo Parahyangan yang menabrak bus di perlintasan liar di KM 67 Klari, Kabupaten Karawang juga berimbas pada terhambatnya perjalanan penumpang di Stasiun Jatibarang Indramayu, Senin (26/8/2019).

Kepala Stasiun Jatibarang, Pamadijo Lusihartono mengatakan, ada 6 perjalanan KA yang terhambat, satu di antaranya yakni KA Argo Chirebon sudah melintas.

"Kalau KA Argo Chirebon tadi melintas pukul 17.40 WIB," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di Stasiun Jatibarang.

Adapun kelima KA yang masih tersendat, yakni KA Singasari Jurusan Pasar Senen-Blitar, KA Jayabaya Pasar Senen-Malang, KA Jayakarta Premium Jurusan Pasar Senen-Surabaya Gubeng, KA Argojati Tambahan Pasar Senen-Cirebon, dan KA Kertajaya KA Pasar Senen-Surabaya Turi.

"Rata-rata keterlambatan satu jam, tapi sekarang sudah dalam perjalanan," ujar dia.

Meski mengalami keterlambatan, namun disampaikan Pamadijo Lusihartono tidak ada kompensasi kepada para penumpang.

"Paling kalau terlambatnya 3 jam itu baru ada, namun bukan di Stasiun tapi di dalam kereta," ucap dia.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, banyak penumpang yang menunggu di ruang tunggu stasiun Jatibarang.

Bangku tunggu penumpang pun tampak sesak oleh para penumpang yang hendak berpergian dari Stasiun Jatibarang menuju arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bahkan beberapa diantaranya ada yang merebahkan badan dengan cara tidur terlentang di kursi tunggu.

Selain itu, pihak Stasiun Jatibarang Indramayu melalui pengeras suara juga aktif menginformasikan keterlambatan kereta api kepada penumpang bahwa telah terjadi kecelakaan KA yang mengakibatkan keterlambatan perjalanan kereta.

Salah seorang penumpang asal Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, Suhendi (38) mengatakan dirinya sudah menunggu pemberangkatan di Stasiun Jatibarang Indramayu sejak pukul 15.00 WIB.

Namun, hingga saat ini kereta tujuannya belum kunjung datang.

"Sudah 2 jam lebih di sini, denger-denger sih ada kecelakaan. Saya mau ke Surabaya," ucap dia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved