HUT ke 74 RI

Kisah Satpam Jadi Petugas Pengibar Bendera Merah Putih di Tebing Citatah 48, Baru Latihan 4 Kali

dirinya sebulan penuh dilatih dan pengenalan alat bersama pengibar bendera lainnya yang semuanya bukan pemanjat tebing profesional.

Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Iyan Sofian (36) warga Kampung Margaluyu Mekar, RT1/17, Desa Citatah Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat yang berprofesi sebagai satpam berhasil mengibarkan bendera sang saka merah putih di Tebing Citatah 48 Gunung Manik pada HUT ke 74 RI, Sabtu (17/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - Iyan Sofian (36) warga Kampung Margaluyu Mekar, RT1/17, Desa Citatah Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat yang berprofesi sebagai satpam berhasil mengibarkan bendera sang saka merah putih di Tebing Citatah 48 Gunung Manik pada perayaan HUT RI ke 74.

Iyan yang sudah memiliki anak dua ini merasa bangga dirinya ditunjuk sebagai petugas pengibar bendera.

"Suatu kebanggaan saya yang hanya sebagai satpam bisa mengibarkan bendera di tebing Citatah Gunung Manik ini dan bisa ikut andil," ujar Iyan kepada Tribun Jabar, Sabtu (17/8/2019).

Iyan mengaku sebelumnya ia belum pernah sama sekali panjat tebing, apalagi panjat tebing sambil mengibarkan bendera merah putih.

"Baru kali ini saya ikut panjat, terus saya latihan dulu dan diberikan pengetahuan selama seminggu sekali, jadi baru empat kali," ujarnya.

VIRAL Foto Kakek-kakek Hormat pada Merah Putih Sambil Tenteng Kantong Keresek di Luar Kantor Dinas

Kejadian Langka, Paskibraka Pembawa Baki Kakinya Tertusuk Paku, Tetap Berjuang Kibarkan Merah Putih

Kaki Kanan Dina Paskibraka Tertusuk Paku Berkarat 7 Cm, tapi Tetap Berjuang Kibarkan Merah Putih

Iyan yang sudah menjalani empat tahun sebagai satpam ini mengaku dirinya bersemangat ketika ia diizinkan oleh istrinya bernama Rina untuk menjadi petugas pengibar bendera meskipun resikonya sangat tinggi.

"Sangat mendukung karena bangga punya suami yang hanya satpam bisa jadi pengibar bendera," ujarnya.

Sejumlah pemanjat memasang bendera merah putih raksasa di tebing 48 Citatah Kabupaten Bandung saat upacara HUT Ke-74 RI, Sabtu (17/8/2019).
Sejumlah pemanjat memasang bendera merah putih raksasa di tebing 48 Citatah Kabupaten Bandung saat upacara HUT Ke-74 RI, Sabtu (17/8/2019). (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

Iyan menceritakan detik-detik sebelum bendera merah putih yang berukuran 12x8 meter itu dirinya sempat tegang, meskipun ia sudah latihan.

"Tegang tadi pas diatas, takut ini takut itu, tapi harus tetap fokus, karena ini taruhannya nyawa, kalau jatuh," ujarnya.

Penampilan Baru Veronica Tan di HUT ke-74 RI Bikin Pangling, Padahal Cuma Pakai Lipstik Tanpa Makeup

VIDEO - Ini Bukti Mahasiswa Berjaket Merah dan Biru Pelempar Bensin yang Membakar Polisi Cianjur

Iyan mengaku dirinya sebulan penuh dilatih dan pengenalan alat bersama pengibar bendera lainnya yang semuanya bukan pemanjat tebing profesional.

"Pengenalan alat alat, latihan fisik lari, setelah itu baru aplikasi latihan panjat ke tebing," ungkapnya.

Sementara itu, di HUT RI ke 74 ini, ia berharap kepada seluruh pemuda atau warga Indonesia yang mencintai tanah airnya, untuk terus berkarya atau berprestasi dalam hal apapun dalam bidang yang sedang digelutinya.

"Pemuda harus lebih kreatif untuk membangun negara dalam hal positif, berbagai profesi bisa melakukan yang terbaik di profesinya itu, terus menjaga kelestarian alam khususnya di Kawasan Desa Citatah yang memiliki objek tebing untuk para pemanjat," ujarnya. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved