Pemadaman Listrik Yang Berlangsung Lama Ternyata Pernah Terjadi 14 Tahun Lalu, Lebih Parah Mana Ya?

Kemarin mati listrik berlangsung di sebagian Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Mati total berlangsung di Jakarta dan Banten.

Tribun Jogja
Ilustrasi pemadaman listrik 

Sebanyak 42 perjalanan kereta rel listrik (KRL) rute Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi dibatalkan, dan 26 KRL yang sedang beroperasi tertahan di beberapa perlintasan.

Di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta gangguan listrik berlangsung sekitar empat jam dan menyebabkan 15 penerbangan tertunda. Beberapa rumah sakit besar terpaksa menunda jadwal operasi, dan rumah sakit kecil tidak dapat menerima pasien.

Hal itu mengacu pada kejadian blackout aliran listrik di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang terjadi melebihi 10 jam. Padamnya aliran listrik serentak hanya karena adanya gangguan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran-Pemalang pada sirkuit 1 dan 2.

Direktur Pengadaan Strategi 2 PT PLN, Djoko R Abumanan, mengatakan kompensasi diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya Yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik Oleh PT PLN (Persero).

"Tingkat mutu pelayanan (TMP) nanti kita hitung. Memang ada Permen yang mengatur, bahwa kewajiban PLN apabila nanti dihitung TMP-nya lebih dari standar yang ada, maka kami akan memberikan kompensasi," ungkap Djoko kepada KONTAN, Minggu (4/8/2019).

Hashtag #terimakasihpln jadi trending topic sejak semalam. Hampir 8 jam lebih masyarakat di beberapa area di Jakarta, sebagian Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah mengalami pemadaman listrik. Alhasil, aktivitas masyarakat benar-benar lumpuh.

Jakarta tampak gelap gulita saat Magrib menjelang. Di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, misalnya, sinar lampu hanya terlihat dari sejumlah supermarket ritel dan apartemen.

PLN mengatakan, padamnya listrik tersebut akibat gangguan gas turbin 1 sampai 6 di Suralaya dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin di Cilegon.

PLN mengungkapkan bahwa listrik padam ini terjadi karena gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV.

Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan. Meski demikian, tak ada satu pun masyarakat yang mengira pemadaman listrik akan berlangsung selama 8jam lebih. Di dunia maya, respon masyarakat pun beragam.

Hashtag #terimakasihpln pun menjadi trending topic sejak tadi malam, Minggu (4/8/2019). Hashtag ini menjadi ajang apresiasi, curhat, informasi, sekaligus sindiran bagi perusahaan milik BUMN tersebut.

Ada yang serius, ada juga yang bikin tersenyum.

Seperti apa reaksi warganet? Berikut beberapa di antaranya:

@titisyarif:

Blackout Lebih dari 10 Jam, PLN Siap Berikan Kompensasi
Blackout Lebih dari 10 Jam, PLN Siap Berikan Kompensasi ((Kontan.co.id))

Terharu liat bapak2 ini yg berani bngt demi keluarga mencari nafkah dan demi  menerangi banyak tempat.. beliau2 berani naik di atas ketinggian seperti itu.. terimakasih untuk segenap karyawan @pln_123
 #terimakasihpln

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved