Ini Amalan Sunah Jelang Hari Raya Iduladha dan Aturan Memotong Kuku Bagi Yang Hendak Berkurban
Sebelum merayakan Hari Raya Iduladha 1440 H, ada amalan sunnah yang bisa kita lakukan. Satu diantaranya adalah puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah.
“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan salah seorang dari kalian telah berniat untuk berqurban, maka janganlah ia memotong rambutnya dan kulitnya sedikitpun.”
(HR. Muslim).
Bedasarkan sumber yang didapat Tribunnews.com, barangsiapa yang melanggar ketentuan ini karena lupa atau belum tahu hukumnya maka ia tidak berdosa, tidak pula membayar fidyah atau kaffarah.
Barangsiapa yang melanggarnya dengan sengaja maka hendaklah ia bertaubat kepada Allah ta’ala dan tidak ada kewajiban fidyah atau kaffarah atasnya.
Ibnu Qudamah –rahimahullah- berkata: “Jika telah ditetapkan dalam beberapa riwayat, maka ia tidak boleh mencukur rambut, dan memotong kuku. Dan jika ia melakukannya maka harus bertaubat kepada Allah –Ta’ala-, namun tidak ada fidyah baik karena sengaja atau lupa, ini merupakan hasil ijma’ para ulama “. (al Mughni: 9/346)
Menurut ulama Syafi’iyah, hikmah larangan untuk orang yang berkurban di sini adalah agar rambut dan kuku yang hendak di potong tetap ada hingga hewan kurban disembelih, supaya semakin banyak anggota tubuh yang terbebas dari api neraka. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Niat Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah Serta Kapan Terakhir Memotong Kuku Bagi yang Hendak Berkurban, https://www.tribunnews.com/lifestyle/2019/07/31/niat-puasa-sunah-tarwiyah-dan-arafah-serta-kapan-terakhir-memotong-kuku-bagi-yang-hendak-berkurban?page=all.
Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Miftah