Ternyata 4 Perusahaan Unicorn Indonesia Tak Disebut Punya Indonesia, Tapi Punya Negara Ini

ketika ada investasi dari luar negeri yang masuk ke empat perusahaan tersebut tak langsung masuk ke Indonesia.

Ternyata 4 Perusahaan Unicorn Indonesia Tak Disebut Punya Indonesia, Tapi Punya Negara Ini
Twitter/gojekindonesia
Logo Baru Gojek yang dirilis Senin (22/7/2019) 

TRIBUNCIREBON.COM - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, empat perusahaan unicorn Indonesia disebut oleh dunia luar sebagai perusahaan asal Singapura.

Keempat perusahaan unicorn tersebut adalah Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka.

Hal tersebut diketahui Thomas dari hasil riset yang dilakukan oleh Google dan Temasek.

“Di laporan (Google dan Temasek) disebutkan Indonesia ada nol (perusahaan unicorn) dan Singapura 4 (perusahaan),” ujar Thomas di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Panggil Presiden Jokowi Dengan Kata Woi, Chef Arnold Dihujat Netizen, Sampai Tutup Akun Twitter

Chef Arnold Disumpahi Warganet Usahanya Bangkrut Karena Panggil Presiden Jokowi Dengan Kata Woi

Thomas menjelaskan, induk dari empat perusahaan unicorn asal Indonesia memang berada di Singapura. Sehingga, saat ada investor yang ingin menanamkan modalnya di perusahaan tersebut, harus terlebih dahulu mampir ke Singapura.

“Dan seringkali masuknya itu bukan dalam bentuk investasi tapi oleh induk unicorn Singapura, langsung bayar ke vendor atau supplier Indonesia," kata Thomas.

Atas dasar itu, ketika ada investasi dari luar negeri yang masuk ke empat perusahaan tersebut tak langsung masuk ke Indonesia.

“Jadi yang sedikit membingungkan ada pengumuman bahwa Grab akan investasi lagi sekian dan Gojek baru dapat fundraising, tapi tidak nongol dalam arus modal masuk dalam bentuk investasi. Jawabannya masuk berbentuk investasi ke Singapura, induknya," ucap dia.

Unicorn adalah istilah bagi perusahaan rintisan (startup) yang valuasinya telah mencapai 1 miliar dollar AS. Saat ini Indonesia tercatat memiliki 4 perusahaan unicorn.

Adapun Gojek telah menyandang status decacorn, naik kelas dari unicorn. Decacorn adalah sebutan bagi perusahaan teknologi yang valuasinya telah mencapai 10 miliar dollar AS ke atas.

Keberhasilan Gojek tersebut sejatinya tidak terlepas dari masifnya injeksi modal yang masuk ke perusahaan besutan Nadiem Makarim tersebut. Baik itu dari luar negeri maupun dalam negeri.

Sebut saja Google, Tencent Holdings, Temasek Holdings, Astra International, Meituan Dianping. Pada 2018, Gojek sukses menghimpun dana hingga 1,5 miliar dollar AS dari sejumlah investor.

Di awal tahun ini juga berhasil meraup dana 1 miliar dollar AS. Dengan dana besar di tangan, Gojek pun sudah melakukan ragam ekspansi yang tergolong gencar sejak tahun lalu. Seperti ekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara dan mengoptimalkan layanan pembayaran digital melalui fitur Go-Pay. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Empat Perusahaan Unicorn Indonesia Disebut Milik Singapura, Kok Bisa?", https://money.kompas.com/read/2019/07/30/143100926/empat-perusahaan-unicorn-indonesia-disebut-milik-singapura-kok-bisa.
Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved