24 Palang Pintu Perlintasan di Indramayu Tak Berfungsi, Ini Kata Kemenhub

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI akan mengganti sebanyak 24 titik pintu perlintasan kereta api di Kabupaten Indramayu

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan kereta api di Stasiun Cirebon, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI akan mengganti sebanyak 24 titik pintu perlintasan kereta api di Kabupaten Indramayu yang kondisinya sudah tidak berfungsi.

Kasubdit Rekayasa dan Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian, Prayudi mengatakan, penggantian palang pintu perlintasan kereta api itu rencananya akan menggunakan pintu-pintu bekas yang tidak terpakai di daerah Jakarta.

"Kami ada program pemindahan palang pintu dari perlintasan-perlintasan yang sudah ditutup di wilayah Jakarta akan kami pindahkan ke pintu perlintasan yang tidak berfungsi," ujar Prayudi saat ditemui Tribuncirebon.com di Pendopo Indramayu, Kamis (18/7/2019).

Prayudi menyampaikan Bupati Indramayu, Supendi ingin perlintasan-perlintasan yang tidak berfungsi ini menjadi perhatian lebih dan segera diganti. Hal tersebut mengingat banyaknya tingkat kecelakaan kereta api di Kabupaten Indramayu yang mengakibatkan korban hingga meninggal dunia.

"Memang rawan celaka, kami juga akan inventarisasi untuk bagaimana solusi penyelesaiannya," kata Prayudi.

Adapun untuk titik rawan kecelakaan, kata Prayudi salah satunya, yakni lokasi kecelakaan maut yang menewaskan satu keluarga pada Sabtu (29/6/2019) lalu di KM 143+1 Desa Jayamulya Blok Cipedang Jubleg, Kecamatan Kroya.

Palang Pintu KM 143+1 Jayamulya Kroya Indramayu Akan Ditutup PT KAI, Ini Kata Petugas Palang Pintu

Pemkab Indramayu dan Dirjen Kereta Api Kemenhub Jalin Kerjasama, Ini 4 Program Yang Akan Dilakukan

Selain itu, dirinya menyampaikan akan segera membentuk tim untuk melakukan pengkajian agar pengantian palang pintu perlintasan sebanyak 24 titik ini dapat segera dilakukan penggantian.

"Kami akan menginventarisasi secepatnya agar kecelakaan kereta api ini tidak terjadi lagi," ujar dia.

Prayudi juga menjelaskan di daerah Jakarta banyak palang pintu perlintasan yang tidak terpakai dikarenakan terdapatnya fly over. Sehingga membuat pintu perlintasan yang ada di bawahnya tidak lagi berfungsi.

"Pastinya akan kami perbaiki dulu baru dipindahkan, itu juga dinilai dari sisi layak fungsi dan layak pakainya," ucap dia.

Alasan tidak menggunakan palang pintu perlintasan kereta api baru, dikarenakan untuk mengefisiensikan palang pintu yang tidak lagi dipakai di daerah Jakarta.

Selain itu, untuk biaya pengadaan palang pintu baru, disebutkan Prayudi cukup mahal yakni sebesar Rp 2 miliar untuk satu set palang pintu. Nilai tersebut, belum mencakup biaya pembangunan pos dan lain-lain.

"Iya memang mahal sekali, karena pengadaannya itu kan import di Indonesia belum ada," ucap Prayudi. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved