Begini Klarifikasi Jubir Prabowo-Sandi Soal Habib Rizieq dan Rekonsiliasi

Pernyataan Juru Bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak terkait Habib Rizieq

YouTube Inews TV
Dahnil Anzar Simanjuntak hadir sebagai narasumber di acara Inews Sore, pada Senin (8/7/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM - Pernyataan Juru Bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak terkait Habib Rizieq Shihab dan rekonsialiasi Prabowo-Jokowi viral.

Dahnil Anzar Simanjuntak lantas memberikan klarifikasi terkait pernyatannya itu. Hal tersebut terjadi saat Dahnil Anzar Simanjuntak hadir sebagai narasumber di acara Inews Sore, pada Senin (8/7/2019).

Penelusuran TribunJakarta.com di media sosial Twitter, sebelumnya menilai jika rekonsiliasi politik dilakukan, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sebagai orang yang paling tepat diberikan kesempatan kembali ke Tanah Air.

"Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada Habib Rizieq kembali ke Indonesia, stop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan. Kita bangun toleransi yang otentik, stop narasi-narasi stigmatisasi radikalis dan lain-lain," tulis Dahnil Anzar Simanjuntak pada Kamis 4 Juli 2019 silam.

Dahnil Anzar Simanjuntak kemudian menegaskan tak tepat jika kicauannya diartikan bahwa syarat rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo adalah dengan memulangkan Habib Rizieq Shihab. Ia menjelaskan rekonsiliasi tak memiliki syarat.

"Bahasa tepatnya bukan begitu, tidak ada syarat ya terhadap rekonsiliasi," jawab Dahnil Anzar Simanjuntak.

Tantangan PKB untuk Habib Rizieq Shihab: Kalau Mau Pulang ya Pulang Saja,Kalau Tidak Salah Datang!

Habib Rizieq Dipulangkan, Politikus PKB: Yang Ngusir Rizieq Shihab Siapa? Mau Pulang, Pulang Saja!

Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku ini tengah jengah dengan isu rekonsiliasi yang semata-mata hanya dimaknai sebagai bagi-bagi jabatan.

"Saya luruskan begini, saya beberapa minggu ini jengah dengan isu rekonsiliasi," ucap Dahnil Anzar Simanjuntak

"Karena dialog di publik dipenuhi dengan rekonsiliasi pemaknaan bagi-bagi jabatan," sambungnya.

Dahnil Anzar Simanjuntak kemudian membeberkan makna rekonsiliasi di matanya.

Ia menilai dalam tataran elite, rekonsiliasi tak diperlukan. Perbaikan hubungan justru lebih dibutuhkan antarmasyarakat dan pemerintah.

"Padahal dalam pemaknaan saya, rekonsiliasi di tingkat elite itu tidak dibutuhkan, karena elite paham betul dengan kompetisi politik," jelas Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Tapi rekonsiliasi dalam tingkat grassroot, antara elite dengan grasroot itu penting, dan harus dilakukan," katanya.

Dirinya menyatakan bahwa dalam rekonsiliasi tidak hanya sekedar bertatap muka saja. Namun rekonsiliasi juga untuk membahas kepentingan bangsa secara bersama.

"Nah saya ingin menggeser dialog rekonsiliasi, dialog antarkubu politik," kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Dialog antara kubu Prabowo dan kubu Jokowi, dialognya harus substantif," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved