Breaking News:

Komunitas Nero Reptil Edukasi Masyarakat Soal Ular

Komunitas Nero Reptil Edukasi Masyarakat Soal Ular. Berita selengkapnya bisa anda baca di Sini!

Tribun Jabar/Putri Puspita
Komunitas Nero Reptil yang senang memelihara ular saat berkumpul di Balaikota 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Peliharaan yang lucu dan menggemaskan seperti kucing dan anjing menjadi binatang yang banyak dipelihara oleh banyak orang.

Memelihara binatang yang menggemaskan biasanya bertujuan untuk belajar menyalurkan kasih sayang dan melatih kesabaran.

Namun banyak juga lho peminat binatang peliharaan yang cukup ekstrem seperti ular karena dinilai memiliki daya tarik tersendiri ketika melihatnya.

Seperti halnya pencinta reptil ular yang bergabung membentuk sebuah komunitas dengan nama Nero Reptil.

Suasana perkumpulan komunitas ini tampak menarik perhatian pengunjung Balaikota di hari Minggu (31/6/2019).

Setelah Diperpanjang Satu Minggu, Pendaftar PPDB di SMAN 1 Kaliwedi Hanya Bertambah Empat Orang

Bagaimana tidak, berbagai jenis ular dengan warna yang berbeda tampak diajak bermain-main dan membuka lebar mulutnya hingga membuat pengunjung penasaran dibuatnya.

Sebagian pengunjung ada yang bergidik ngeri dan segera berjalan cepat ketika melihat perkumpulan ini. Ada juga pengunjung yang penasaran dan mendekati keramaian.

Para anggota komunitas Nero Reptil tampak ramah melayani pengunjung yang menghampiri. Mereka pun membiarkan pengunjung lainnya untuk memegang ular yang berada di pundaknya.

Pemandangan seperti ini memang cukup mengagumkan, bagaimana para pencinta ular ini berusaha mengedukasi masyarakat untuk tidak takut kepada reptil yang dinilai mengerikan dan bisa mematikan ini.

54 Ton Jahe Gajah dari Kabupaten Bandung Diekspor Ke Bangladesh

"Kalau lagi ngumpul gini banyak orang yang penasaran, nah kami mengedukasi sama masyarakat soal ular memperkenalkan jenisnya dan memberi tahu ular mana yang berbisa dan tidak," ujar anggota Nero Reptil,
Rio Varanid saat ditemui di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana No 2.

Walaupun penampilan tiap anggota komunitasnya tampak agak menyeramkan dengan pakaian serba hitam tetapi setiap anggotanya begitu terbuka dan ramah terhadap orang yang ingin belajar soal ular.

Seperti yang terjadi hari ini, Fauzan bersama orang tuanya datang dan bertanya untuk bisa bergabung. Para anggota lain pun masing-masing memperkenalkan diri dan mengajak Fauzan untuk masuk ke dalam grup whatsapp.

"Kami terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung dengan komunitas. Semakin banyak yang tertarik maka masyarakat akan lebih banyak tahu soal ular," ujar Rio.

Ia pun menceritakan proses memelihara ular lebih praktis dan mudah dibandingkan binatang lainnya.

Misalnya saja Ia hanya memberi makan ularnya seminggu sekali dan cara memandikan ular yang hanya direndam saja.

Bogasari dan UKM Sajikan 4500 Porsi Mie Ayam di Festival Mie 2019, Harga Hanya Rp 5000 Per Porsi

Rio juga memberikan edukasi cara memegang ular yang benar kepada pengunjung yang datang menghampiri.

"Kalau megang ulang sebaiknya pegang mulai dari bagian belakang dan tengah. Jangan memegang ular seperti menggenggam pada bagian lehernya karena akan membuatnya tidak nyaman," ujarnya.

Walaupun Rio memelihara beberapa jenis ular yang berbisa dan bisanya mematikan tetapi dalam setiap perkumpulan Ia membawa koleksi ular yang sudah sering berinteraksi dengan manusia.

Bagi Anda yang ingin bergabung dengan komunitas ini, Anda bisa datang ke Balaikota Bandung setiap Minggu mulai pukul 10.00 WIB.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved