Kebakaran
7 Fakta Kebakaran Pasar Manis Cimanis Mulai Asal Api Hingga Kerugian Pedagang
ruko yang terbakar menyambung listrik secara pararel dari kios tempat pencucian emas atau perak tersebut.
TRIBUNCIREBON.COm, CIAMIS - Kebakaran melanda Blok B Pasar Manis Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (25/6/2019) malam. Sedikitnya 10 kios ludes dan 8 kios lainnya rusak. Jumlah kerugian masih dihitung pihak terkait.
Berikut ini 5 fakta terkait kebakaran di Pasar Manis Ciamis:
1. Sumber Api
Kasat Reskrim Polres Ciamis, Ajun Komisaris Hendra Virmanto menyatakan, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di kios tempat pencucian emas atau perak. Api dengan cepat merambat ke kios lainnya yang kebetulan menjual kain.
"Api merambat ke kios lain," kata Hendra.
• Tips Penanggulangan Dini yang Bisa Dilakukan Masyarakat Apabila Terjadi Kebakaran
Hasil olah tempat kejadian perkara, lanjut Hendra, ruko yang terbakar menyambung listrik secara pararel dari kios tempat pencucian emas atau perak tersebut. Penyambungan dengan menggunakan terminal listrik yang terpasang di lampu yang ada di plavon depan kios.
"Kami masih menyelidikinya (peristiwa kebakaran pasar)," ujar dia.
• Petugas Damkar Dobrak Pintu Kios, Padamkan Kobaran Api di Pasar Manis Ciamis
• Empat Peristiwa Kebakaran Terjadi di Cianjur Dalam Sehari, Pemilik Toko Tewas Diduga Terjebak Api
2. Bahan Kimia
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Ciamis, Suhendar menuturkan, di kios pencucian emas dan perak terdapat sejumlah bahan kimia untuk keperluan pencucian emas maupun perak. "Banyak bahan kimia jadi api cepat membesar dan langsung ke atas," ujar dia.
3. Hidran Macet
BPBD Kabupaten Ciamis menyatakan, kendala yang dihadapi di lapangan yakni macetnya hidran di Pasar Manis. Petugas bahkan harus mengambil air dari hidran milik Yogya Depstore dan PDAM Ciamis.
Komandan regu Satpam Pasar Ciamis, Opin Aripin mengatakan, saat kejadian hanya ada satu hidran yang berfungsi. "Hidrannya ada, tapi yang berfungsi cuma satu. Membukanya harus pakai kunci," ujar dia.
4. Air dari WC
Beruntung, di sekitar lokasi yang kebakaran ada WC umum. Pedagang dan warga yang membantu langsung menampung air dari WC tersebut untuk membantu pemadam memadamkan api. "Di WC tersebut (pedagang) antre dibantu warga berusaha memadamkan api," kata dia.
5. Tahun 2000 Pernah Kebakaran
Opin mengatakan, kebakaran besar baru kali ini terjadi di Pasar Manis. Tahun 2000-an lalu, pernah terjadi kebakaran. "Saat itu keburu diketahui. Jadi api tidak membesar. Satu kios terbakar," ucap dia.
6. Pedagang merugi
Terbakarnya kios di Pasar Manis menimbulkan kerugian bagi sejumlah pedagang pakaian. Seperti yang dialami Uni Fatmawati. "Habis semua," katanya. Kini Uni Fatmawati mengaku bingung harus berbuat apa. Ini mengingat karena modal jualannya sudah habis. "Modalnya enggak ada," kata dia.
7. Perbaiki Kios
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengatakan, pihaknya secepatnya akan memperbaiki kios yang terbakar. Ini tentunya setelah hasil investigasi oleh kepolisian selesai dilakukan.
"Secepatnya kalau sudah ada hasil investigasi, police line dibuka. Kami akan membersihkan, ini kasihan ditutup semua. (Pedagang) Yang (kiosnya) tidak terbakar tidak bisa jualan," ujar dia, saat ditemui disela memantau pasar yang terbakar, Rabu pagi.
Ihwal bantuan permodalan untuk pedagang, Herdiat mengatakan, akan membahasnya lebih lanjut. "Mudah-mudahan aturan, ketentuan membolehkan (pemerintah) membantu (korban kebakaran)," kata dia. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta Kebakaran Pasar Manis Ciamis, Hidran Macet, Pedagang Merugi", https://regional.kompas.com/read/2019/06/26/11010861/fakta-kebakaran-pasar-manis-ciamis-hidran-macet-pedagang-merugi?page=2.
Penulis : Kontributor Pangandaran, Candra Nugraha
Editor : Robertus Belarminus