33 Persen Pengangguran di Kabupaten Indramayu Selama 2018, Kadisnaker Indramayu Bilang Begini
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu mencatat angka pengangguran di Kabupaten Indramayu pada 2018
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu mencatat angka pengangguran di Kabupaten Indramayu pada 2018 masih tergolong tinggi, yakni 11.706 orang atau sekitar 33 persen.
Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Sri Wulaningsih mengatakan, jumlah angkatan pencari kerja Kabupaten Indramayu pada 2018 ada sebanyak 35.797 orang.
Sedangkan untuk yang sudah tertampung di 2018 hanya 24.091 orang atau baru sekitar 67 persen dari jumlah keseluruhan.
"Jumlah tenaga kerja yang sudah bekerja ini terdiri dari antarkerja antarnegara atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 22.146 orang, antarkerja antardaerah yaitu 726 orang dan angka pekerja lokal sebanyak 1.219 orang," ujar Sri Wulaningsih kepada Tribuncirebon.com saat Job Fair 2019, Selasa (18/6/2019).
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Indramayu dipengaruhi oleh banyak faktor, yakni pertama, karena minimnya informasi bagi para pencari kerja dalam mengakses lowongan pekerjaan yang tersedia.
• Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair Indramayu, Job Fair Digelar Hingga 20 Juni 2019
• Kisah Heroik Ipda TaufikBantu Proses Persalinan Wanita Tuna Wisma
Lanjut dia, perusahaan-perusahaan juga memiliki kendala perihal pemenuhan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
"Rendahnya tingkat pendidikan dan produktivitas sumber daya manusia (SDM) yang membuat kalah bersaing dengan para pencari kerja dari daerah lain," ucap dia.
Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Indramayu, Maman Koestaman mengatakan, setiap tahun angkatan kerja di Kabupaten Indramayu selalu mengalami peningkatan. Sehingga berpengaruh juga pada persoalan angka pengangguran yang tinggi di Kabupaten Indramayu.
"Jumlah pengangguran setiap tahun pasti bertambah," ujar dia.
Dirinya membandingkan, jumlah pengangguran pada tingkat provinsi Jawa Barat sekitar 7,73 persen. Hal tersebut terlampau jauh dari angkat pengangguran di Kabupaten Indramayu yang mencapai 33 persen.
Oleh karena itu, perlu dilakukannya upaya ekstra dalam membina mutu dan daya saing para pencari kerja agar tidak terlempar dari ketatnya dunia pekerjaan.
"Saya berharap dengan adanya Job Fair ini dapat menekan angka pengangguran khususnya bagi masyarakat Kabupaten Indramayu di tahun 2019 ini," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, dalam Job Fair 2019, Disnaker Kabupaten Indramayu menargetkan kuota perekrutan pelamar kerja, yakni sebanyak 5.433 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/job.jpg)