Sinergi Lintas Sektor, Pemkab Indramayu Percepat Penurunan Stunting Melalui Program INEY Fase II
Pemkab Indramayu memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting
- Langkah strategis kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi itu dituangkan dalam program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II sebagai komitmen pemerintah daerah menekan stunting
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Langkah strategis kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi itu dituangkan dalam program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II sebagai komitmen pemerintah daerah menekan stunting.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Titing Mulyani, mengatakan, penanganan stunting di Indramayu tetap memerlukan pengawalan ketat pada intervensi spesifik meski secara tren menunjukkan perkembangan positif.
Baca juga: Alih Status RSUD Sentot Patrol Dibahas di Rapat Paripurna, DPRD Indramayu Beri Sejumlah Rekomendasi
"Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif semua pihak, dari mulai level kabupaten hingga ke tingkat desa," kata Titing Mulyani saat ditemui usai Pemaparan Hasil Analisis Situasi dan Advokasi Lintas Sektor di Aula Bapperida Kabupaten Indramayu, Jalan Letjen S Parman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Selasa (19/5/2026).
Ia mengatakan, percepatan penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh perangkat daerah.
Bahkan, termasuk jajaran pemerintah kecamatan hingga desa atau kelurahan, dunia usaha, dan lainnya, sehingga langkah-langkah intervensi yang diberikan tepat sasaran.
"Melalui sinergi yang solid dalam penanganan stunting ini, Pemkab Indramayu optimistis terwujudnya generasi masa depan yang lebih sehat dan tanggu," ujar Titing Mulyani.
Ia berharap, program INEY Fase II yang didukung hibah World Bank itu menjadi katalisator bagi perubahan perilaku masyarakat dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di seluruh pelosok Indramayu.
Pertemuan tersebut juga tampak menghadirkan TPPS Kecamatan Kedokan Bunder dan Kecamatan Kertasmaya yang ditetapkan sebagai wilayah pendampingan pada 2026.
Diketahui, penetapan itu berdasarkan kompleksitas masalah kesehatan yang ditemukan, termasuk isu ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK), dan tantangan pada cakupan imunisasi dasar.
Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Majalengka Diduga Produksi Narkoba Cair: Disamarkan dalam Botol Spray
Titing pun mengapresiasi komitmen Poltekkes Tasikmalaya yang siap memberikan pendampingan, dan asistensi teknis untuk memastikan setiap intervensi gizi di lapangan berjalan sesuai standar.
"DP3APPKB Indramayu juga turut menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi keluarga yang memiliki risiko tinggi stunting, terutama pada fase calon pengantin dan masa kehamilan," kata Titing Mulyani.
| Relokasi Car Free Night Indramayu Dimulai, Aktivitas UMKM Dialihkan ke Jalan Kartini–Ahmad Yani |
|
|---|
| Car Free Night Indramayu Dipindah, Pemkab Kembalikan Fungsi Alun-Alun untuk Warga |
|
|---|
| Indramayu Jadi Pilot Project Nasional, Lucky Hakim: Pertanian Modern Siap Dongkrak Hasil Panen |
|
|---|
| Lahan Terancam Menyusut, Indramayu Andalkan Pertanian Modern, Begini Kata Bupati Lucky Hakim |
|
|---|
| Demi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Indramayu Siapkan Kampanye Desa Cantik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Sejumlah-perwakilan-perangkat-daerah-saat-mengikuti-PemaparanG.jpg)