Breaking News:

Tips Makan Ketupat dan Opor Ayam Untuk Diabetisi

Lebaran identik dengan ketupat dan opor ayam. Namun, apakah diabetisi bisa mencicipi menu ini ketika Idul Fitri tiba?

Shutterstock
Opor ayam dan ketupat 

Bahan ini memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah, yaitu sekitar 50-55 dibandingkan dengan beras putih (56-58). Indeks glikemik merupakan suatu nilai yang menentukan makanan bisa meningkatkan kadar gula darah.

Kemudian kandungan serat yang tinggi sehingga membuat Anda kenyang lebih lama meskipun hanya makan sedikit.

Perhatikan pengolahan santannya

Wah, tentu rasanya tidak gurih sajian ketupat tanpa santan. Banyak yang salah sangka kalau santan bisa membuat kadar gula darah naik karena kandungan kolesterolnya yang tinggi.

Lagi-lagi, Anda bisa makan santan selama tidak berlebihan. Bahkan, santan kaya akan antioksidan dan mengandung zat lauric acid yang berfungsi sebagai anti bakteri dan antivirus.

Wajib Anda ketahui, jika melalui proses pemanasan yang terlalu lama, kandungan nutrisi dalam santan bisa hilang. Bagi diabetisi, konsumsilah santan yang berasal dari perasan buah kelapa tanpa melalui proses apapun.

PT KAI Akan Operasikan 10 Kereta Api Tambahan Ekstra untuk Angkutan Lebaran 2019

Maksimalkan minum air putih

Setelah makan opor ayam kesukaan Anda, jangan lupa segera minum air putih secukupnya. Tidak hanya setelah makan, melainkan penuhi kebutuhan cairan sepanjang hari. Kondisi dehidrasi dapat memperburuk penyakit diabetes.

Minum air mineral secara teratur sangat penting bagi diabetisi karena dapat mendorong ginjal untuk mengeluarkan gula darah melalui urin.

Kemudian, dehidrasi juga dapat merangsang pelepasan vasopressin. Dilansir dari Klik Dokter, vasopressin membentuk gula sehingga kadar dalam darah meningkat.

Halaman
123
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved