Pengemudi Bus Kesulitan Gunakan Alat Pemadam Api Ringan
Ke depan, pihaknya akan melakukan pemahaman tentang tata cara penggunaan Apar kepada para pengemudi bus melalui berbagai pelatihan.
Penulis: Sitimasithoh | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Siti Masithoh
CIREBON - Setelah mengecek kelayakan kendaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon menemukan masih banyak sopir bus yang kesulitan menggunakan alat
pemadam api ringan (Apar) di PO Bus Sahabat, Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (21/5/2019).
Kasi Pengujian Kendaraan Dishub Kabupaten Cirebon, Eddy Suzendi, mengatakan, dari total bus yang ada, 10 persen belum dipasang Apar.
Padahal, menurutnya, Apar sangat penting disiapkan di dalam bus. Mengingat banyak kecelakaan dari kebakaran dalam kendaraan.
"Apar itu penting karena ketika terjadi kebakaran, kadang sopir panik. Saat depeti itu, bukannya alat yang digunakan, tapi tabungnya dilempar. Penggunaan Apar sendiri harus
tepat," katanya saat ditemui di PO Bus Sahabat, Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (21/5/2019).
• Tak Hanya Tersangkut Kasus Suap, Cirebon Nonaktif Sunjaya Purwadisastra Juga Terjerat Kasus Ini
• Seorang Guru Agama di Garut Ditangkap Polisi Gara-gara Sebar Ancaman Pengeboman Massal 22 Mei
Dia menambahkan, kelengkapan alat-alat tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum.
Di dalam peraturan itu, setiap perusahaan angkutan umum yang ada, wajib diperiksa dan diberikan penggunaan tentang keselamatan angkutan.
"Sopir itu harus mengerti kegunaan Apar dan cara penggunaannya. Ketika terjafi kebakaran, 2 hingga 3 menit saja jika tidak diatasi, api akan menjalar cepat," kata dia.
Ke depan, pihaknya akan melakukan pemahaman tentang tata cara penggunaan Apar kepada para pengemudi bus melalui berbagai pelatihan.
• Sunjaya Blak-blakan, Uang Rp 1,5 M Mengalir untuk Ketua DPRD Cirebon, Buat Saweran Hajat Rp 2,64 M
Dishub akan menggandeng Dinas Pemadan Kebakaran (Damkar) untuk memberikan pelatigan.
"Tadi itu saat pengecekan, mereka banyak yang tidak mengerti cara menggunakannya. Nanti akan kita agendakan pelatihan agar pengemudi mengetahui cara penggunaan
Apar," ucapnya.
Lebih jauh, Eddy menambahkan, akan semakin intens melakukan sidak kendaraan. Pasalnya, banyak sopir yang masih belum mengerti penggunaan Apar.
Dia mengimbau agar para pengusahaan angkutan umum melengkapi Apar pada setiap mobilnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/cek-kendaraan.jpg)