Ini Awalnya Bentrokan Terjadi di Buton, Kapolda Sultra Minta Warga di Dua Desa Jangan Terprovokasi
Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjend Pol Irianto menjelaskan pemicu terjadinya pertikaian antarwarga Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo
TRIBUNCIREBON.COM - Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjend Pol Irianto menjelaskan pemicu terjadinya pertikaian antarwarga Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo berawal dari kesalahpahaman.
“Diawali dari pemuda Sampuabalo yang melintas di Desa Gunung Jaya, karena memainkan gas motor. Masyarakat Gunung Jaya terganggu dan tidak terima sehingga masyarakat mengeluarkan pernyataan yang tidak mengenakan," kata Irianto, di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Kamis (6/6/2019) siang.
Irianto melanjutkan, setelah itu masyarakat Sampuabalo langsung mendatangi ke Gunung Jaya dan terjadi lemparan batu. Masyarakat Desa Gunung Jaya sangat sedikit penghuninya, sehingga ada pembakaran.
"Saya sudah perintahkan Kapolres Buton, Polres Baubau, dan Polres Muna untuk lakukan pendekatan dan memadamkan api sampai jam 2 Subuh," katanya.
Irianto mendatangi Desa Gunungjaya dengan tujuan menenangkan warga agar tak terpancing atau terprovokasi melakukan tindakan balasan.
“Saya sebagai Kapolda, menjamin untuk itu (keamanan), akan kami tegakan hukum, siapa pelakunya akan kami tindak,” ujar dia.
• Ada Bentrokan Kembali di Wilayah Buton, Dua Orang Meninggal dan Delapan Lainnya Alami Luka
• Disuruh Jokowi Jawab Pertanyaan Wartawan, Jan Ethes Cuma Jawab Ethes
Dirinya telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi yang akan melakukan kompensasi dan pergantian rumah yang terbakar.
“Kami memohon kepada masyarakat kedua belah pihak agar menahan diri, apalagi ini hari momen Idulfitri, kami saling memaafkan. Yang melanggar hukum jelas akan bertanggungjawan dan aturan akan kami tegakan,” ucap Irianto. (*)
Artikel ini sudah tayang di https://regional.kompas.com/read/2019/06/06/17020401/kapolda-sultra-bentrokan-di-buton-karena-memainkan-gas-motor