Kamis, 30 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Wisata Kuningan

Objek Wisata Alam di Kuningan yang Cocok Buat Liburan Akhir Tahun

Anda bisa membawa anak-anak berlibur ke objek wisata yang ada di Kramatmulya, Kuningan, di momen liburan akhir tahun nanti.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Lokasi wisata alam agrowisata Pakuwon di Kuningan. 

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Anda yang akan berliburan ke Kuningan, Jawa Barat, bisa mengunjungi Wisata Alam Pakuwon.

Tempat wisata yang ada di kawasan Curug Cilengkrang, Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, ini, genap dua tahun melayani pengunjung. 

"Wisata Alam Pakuwon ini berbasis alam pertanian, sehingga dikenal sebagai agrowisata," kata Nani yang juga Kepala Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, Rabu (3/12).

Pengembangannya dilakukan secara bertahap dan kini telah memasuki tahun ketiga sejak mulai dibangun pada tahun 2023. 

"Pada tahun pertama, anggaran sekitar 90 juta rupiah digunakan untuk membangun satu gazebo serta fasilitas umum," ujar Nani lagi.

Lokasi wisata di ketinggian 700 meter dari permukaan laut ini terus melakukan pembangunan dengan membuat gazebo tambahan dan kolam kecil renang anak. Wisata Alam Pakuwon ada di kaki Gunung Ciremai.

"Semua pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran desa. Motivasi terbangun agrowisata ini berawal dari mengandalkan wisata Curug Cilengkrang, yang secara kepemilikan berada di bawah otoritas TNGC," ujarnya.

Di lain hal terinspirasi saat melangsungkan pembangunan irigasi besar berukuran satu meter selesai dikerjakan. 

"Ketika air mengalir dan banyak anak-anak bermain, kami kemudian mengembangkan menjadi area wisata," katanya.

Wahana yang kemudian disebut papalidan ini digemari anak-anak. Mereka bisa menyusuri irigasi di Wisata Alam Pakuwon.

Fasilitas di agrowisata Pakuwon mengedepankan daya tarik pertanian. Sehingga pengunjung dapat memetik buah jambu langsung dan membeli sayuran dari petani saat panen.

"Upaya ini sekaligus bertujuan membantu petani meningkatkan nilai jual panen mereka. Selama ini, harga jambu di tingkat petani sangat rendah, sementara perawatan jambu cukup berat dan mahal, buah harus dibungkus sejak kecil, plastik harus dicuci dan dipakai ulang." 

"Selain jambu dan sayuran, desa juga mengembangkan komoditas kopi, baik arabika maupun robusta," ucapnya.

Selain fasilitas tersedia tadi, Neni mengatakan ada juga sajian kuliner khas desa mereka.

"Untuk makanan, kebetulan kita memiliki makanan olahan UMKM. Seperti mi ayam yang dibuat berbahan baku dari jambu, kemudian makan olahan dari buah-buahan," ujarnya.(ahmad ripai)

Baca juga: 4 Tempat Wisata di Bandung yang Hits Cocok untuk Liburan Keluarga, Harga Tiket Murah

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved