Sampah Datang Lagi ke Pantai Kesenden, Ini Kata Wali Kota Cirebon

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo bicara mengenai kondisi Pantai Kesenden. 
Ringkasan Berita:
  1. Wali Kota Cirebon Effendi Edo bicara mengenai tumpukan sampah di Pantai Kesenden.
  2. Menurut Edo, permasalahan sampah di Kota Cirebon, termasuk Pantai Kesenden harus ditangani secara kolaborasi.
  3. Masyarakat juga harus terlbat dalam penanganan sampah di Kota Cirebon.

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sampah kembali datang dan mengendap di Pantai Kesenden, Kota Cirebon.

Tumpukan limbah yang menutup garis pantai itu seolah membuka kembali luka lama kawasan pesisir yang pernah dicap sebagai salah satu pantai terkotor di Indonesia.

Menanggapi persoalan sampah yang kembali mencuat, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menegaskan, bahwa pemerintah daerah telah mulai bergerak, namun persoalan sampah tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah semata.

Hal itu disampaikan Edo saat diwawancarai media seusai kegiatan pelantikan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon periode 2026–2029 di Balai Kota Cirebon, Rabu (4/2/2026).

“Sebetulnya Rakornas dari Pak Presiden itu ada beberapa sinyal-sinyal yang memang Pak Presiden menginginkan semuanya berjalan baik. Alhamdulillah Pak Presiden menyinggung masalah kabel, dan kita sudah bergerak dari beberapa minggu yang lalu. Tentang sampah pun kita juga sudah mulai,” ujar Edo.

Meski demikian, Edo mengakui, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu kembali ditertibkan, khususnya terkait pengelolaan sampah di tengah masyarakat.

“Tapi ada beberapa yang memang nanti harus kita tertibkan lagi tentang sampah ini,” ucapnya.

Menurut Edo, upaya membersihkan sampah tidak akan efektif jika hanya mengandalkan peran pemerintah.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terlibat langsung menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

“Pemerintah terus-menerus membersihkan sampah-sampah yang ada, tapi saya berharap kerja samanya masyarakat dengan pemerintah. Ayo bareng-bareng, ayo kita sama-sama membersihkan sampahnya di halamannya masing-masing, di lingkungannya masing-masing, bahkan di kampungnya masing-masing,” ujar dia.

Edo menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama agar persoalan sampah di Kota Cirebon tidak terus berulang.

“Ini sangat penting. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa kolaborasi dengan masyarakat. Saya berharap tentang sampah ini juga ayo kita kolaborasikan sehingga sampah-sampah di Kota Cirebon tidak seperti di tempat-tempat lain,” katanya.

Saat ditanya mengenai program antisipasi darurat sampah, Edo menyebut, Kota Cirebon sebelumnya sempat mendapat sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), namun kini telah memenuhi seluruh target yang ditetapkan.

“Kota Cirebon memang salah satu yang kena sanksi, tapi alhamdulillah sanksi itu sudah selesai dan kita sudah memenuhi target dari apa yang disanksikan oleh Kementerian LHK,” ujarnya.

Meski sanksi telah dicabut, Edo mengaku, belum puas dan akan terus mendorong perbaikan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Saya tidak puas cukup di situ. Saya dengan teman-teman LHK dan dinas-dinas terkait lainnya terus berkolaborasi bagaimana sampah-sampah di Kota Cirebon ini bisa diminimalisir untuk ke depannya lebih baik,” ucap Edo.

Edo juga mengakui, bahwa sampah rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di Kota Cirebon.

“Iya, sampah rumah tangga masih mendominasi, tapi ini juga kita sedang lakukan kegiatan-kegiatan yang memang mulai dari tingkat RT, RW, sampai dengan kelurahan,” ujar dia.

Potret tumpukan sampah sejauh mata memandang, mengikuti lekukan bibir pantai di Pantai Kesenden Cirebon. 
Potret tumpukan sampah sejauh mata memandang, mengikuti lekukan bibir pantai di Pantai Kesenden Cirebon.  (Tribun Cirebon/TribunCirebon.com/ Eki Yulianto)


Kondisi Pantai Kesenden Terkini

Pantauan di Pantai Kesenden, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, menunjukkan kondisi lingkungan pesisir yang memprihatinkan. 

Sampah plastik dan limbah rumah tangga mengendap masif di sepanjang garis pantai, menutupi area tanah hingga vegetasi rendah.

Tumpukan sampah membentang sejauh mata memandang, mengikuti lekukan bibir pantai.

Di balik susunan batu kali besar yang berfungsi sebagai tanggul penahan ombak, vegetasi mangrove dan semak pesisir tampak terjepit oleh endapan sampah.

Air laut di sekitar pantai pun terlihat keruh kecokelatan.

Lurah Kesenden, Ruliyanto menyebut, tumpukan sampah tersebut bukan sepenuhnya berasal dari aktivitas warga pesisir, melainkan kiriman dari aliran sungai.

“Sampah yang mengendap di Pantai Kesenden ini memang terjadi karena sampah bawaan dari aliran Sungai Kedung Pane yang mengalir dari hulu ke hilir, yang kebetulan muaranya ada di wilayah Kelurahan Kesenden,” ujar Ruliyanto.

Menurutnya, selain Sungai Kedung Pane, terdapat sejumlah anak sungai lain yang melintasi wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon yang turut menyumbang kiriman sampah ke Pantai Kesenden.

“Kondisi ini sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir, ditambah lagi dengan cuaca ekstrem seperti banjir yang membawa residu sampah hingga bermuara ke laut,” katanya.

Sebagai langkah penanganan, pihak kelurahan bersama sejumlah instansi terkait berencana menggelar aksi bersih-bersih pantai.

“Insya Allah hari Jumat ini kami akan mengadakan kegiatan bersih-bersih Pantai Kesenden bersama beberapa stakeholder, mulai dari Polairud, Dinas Lingkungan Hidup, dan juga TNI,” ujar Ruliyanto.

Kilasan Ingatan: Pantai Kesenden yang Pernah Viral

Sebagai catatan, Pantai Kesenden pernah menjadi sorotan nasional pada 2023 lalu setelah disebut sebagai pantai terkotor ketiga di Indonesia.

Julukan tersebut memicu gelombang kepedulian publik.

Ribuan warga bersama Pandawara Group kala itu turun langsung membersihkan Pantai Kesenden.

Aksi bersih pantai berlangsung selama dua hari dan menjadi simbol harapan bahwa kawasan pesisir tersebut bisa pulih.

Namun, kondisi terkini menunjukkan persoalan sampah di Pantai Kesenden masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Baca juga: Pantai Kesenden Cirebon Kembali Terkubur Sampah, Dulu Pernah Masuk 3 Terkotor Nasional