Kamis, 14 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Dapur MBG Kuningan Disetop

Dapur MBG Kuningan Disetop, Puluhan Relawan Kelimpungan Tanpa Penghasilan

Puluhan relawan dapur SPPG Yayasan Permata Bunda di Kuningan kehilangan penghasilan setelah operasional dihentikan sementara oleh BGN

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
TribunCirebon.com/ Eki Yulianto
Potret aktivitas packing Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan relawan dapur SPPG Yayasan Permata Bunda di Kuningan kehilangan penghasilan setelah operasional dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional. 
  • Penutupan yang sudah hampir tiga minggu membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  • Sebanyak 47 relawan terdampak penghentian dapur program Makan Bergizi Gratis di Kuningan. Mereka mengaku kecewa karena tidak memiliki pemasukan, sementara pembenahan dapur dinilai bisa dilakukan tanpa menghentikan aktivitas.

Laporan Kontributor Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM-Puluhan relawan dan karyawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Permata Bunda di Kabupaten Kuningan kini menghadapi kesulitan ekonomi setelah operasional dapur dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Penghentian tersebut terjadi setelah adanya laporan dari pihak terkait serta penyesuaian terhadap standar fasilitas yang harus dipenuhi.

Salah satu relawan, Omah (37), mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat berdampak pada kehidupan mereka. “Selama tidak bekerja di dapur MBG, saya tidak memiliki penghasilan dan kebutuhan keluarga jadi terbengkalai,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Baca juga: COMEBACK Dedi Kusnandar! Debut Lawan Persija Berbuah Manis, Dado Bongkar Rahasia Atmosfer Derbi

Ia menjelaskan, awalnya penghentian operasional hanya diperkirakan berlangsung selama satu minggu. Namun hingga hampir satu bulan berlalu, dapur tersebut belum juga kembali beroperasi. Sekitar 47 relawan pun terdampak karena kehilangan sumber pendapatan selama tiga minggu terakhir.

Menurut Omah, proses perbaikan fasilitas seharusnya bisa dilakukan tanpa menghentikan seluruh aktivitas dapur. “Kalau bisa pembenahan dilakukan sambil berjalan, jadi kami tetap bisa bekerja. Dengan kondisi seperti ini, kami merasa menjadi korban,” katanya.

Relawan lainnya, Ayuni (39), menambahkan bahwa selama beroperasi, dapur tersebut tidak pernah menerima keluhan terkait kualitas makanan. Bahkan, tempat itu sempat dijadikan lokasi pembelajaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Selama ini pengolahan makanan berjalan lancar dan tidak pernah ada komplain,” ungkapnya.

Baca juga: COMEBACK Dedi Kusnandar! Debut Lawan Persija Berbuah Manis, Dado Bongkar Rahasia Atmosfer Derbi

Sementara itu, pihak pengelola masih menunggu keputusan dari BGN pusat terkait izin operasional kembali. “Kami sudah mengajukan pembukaan kembali sejak awal Mei, namun hingga kini masih menunggu surat keputusan,” ujar petugas terkait.

Para relawan berharap dapur dapat segera kembali dibuka agar mereka bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
 
 

 

 


 
 
 

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved