Dapur MBG Kuningan Disetop
Dapur MBG Kuningan Disetop, Puluhan Relawan Kelimpungan Tanpa Penghasilan
Puluhan relawan dapur SPPG Yayasan Permata Bunda di Kuningan kehilangan penghasilan setelah operasional dihentikan sementara oleh BGN
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Ringkasan Berita:
- Puluhan relawan dapur SPPG Yayasan Permata Bunda di Kuningan kehilangan penghasilan setelah operasional dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional.
- Penutupan yang sudah hampir tiga minggu membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Sebanyak 47 relawan terdampak penghentian dapur program Makan Bergizi Gratis di Kuningan. Mereka mengaku kecewa karena tidak memiliki pemasukan, sementara pembenahan dapur dinilai bisa dilakukan tanpa menghentikan aktivitas.
Laporan Kontributor Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM-Puluhan relawan dan karyawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Permata Bunda di Kabupaten Kuningan kini menghadapi kesulitan ekonomi setelah operasional dapur dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Penghentian tersebut terjadi setelah adanya laporan dari pihak terkait serta penyesuaian terhadap standar fasilitas yang harus dipenuhi.
Salah satu relawan, Omah (37), mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat berdampak pada kehidupan mereka. “Selama tidak bekerja di dapur MBG, saya tidak memiliki penghasilan dan kebutuhan keluarga jadi terbengkalai,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Baca juga: COMEBACK Dedi Kusnandar! Debut Lawan Persija Berbuah Manis, Dado Bongkar Rahasia Atmosfer Derbi
Ia menjelaskan, awalnya penghentian operasional hanya diperkirakan berlangsung selama satu minggu. Namun hingga hampir satu bulan berlalu, dapur tersebut belum juga kembali beroperasi. Sekitar 47 relawan pun terdampak karena kehilangan sumber pendapatan selama tiga minggu terakhir.
Menurut Omah, proses perbaikan fasilitas seharusnya bisa dilakukan tanpa menghentikan seluruh aktivitas dapur. “Kalau bisa pembenahan dilakukan sambil berjalan, jadi kami tetap bisa bekerja. Dengan kondisi seperti ini, kami merasa menjadi korban,” katanya.
Relawan lainnya, Ayuni (39), menambahkan bahwa selama beroperasi, dapur tersebut tidak pernah menerima keluhan terkait kualitas makanan. Bahkan, tempat itu sempat dijadikan lokasi pembelajaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Selama ini pengolahan makanan berjalan lancar dan tidak pernah ada komplain,” ungkapnya.
Baca juga: COMEBACK Dedi Kusnandar! Debut Lawan Persija Berbuah Manis, Dado Bongkar Rahasia Atmosfer Derbi
Sementara itu, pihak pengelola masih menunggu keputusan dari BGN pusat terkait izin operasional kembali. “Kami sudah mengajukan pembukaan kembali sejak awal Mei, namun hingga kini masih menunggu surat keputusan,” ujar petugas terkait.
Para relawan berharap dapur dapat segera kembali dibuka agar mereka bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
| Kecelakaan Hebat Motor vs Motor di Sindangagung Kuningan, Polisi Lakukan Evakuasi Korban |
|
|---|
| Jadwal 32 Besar Thailand Open 2026, 10 Wakil Indonesia Tanding, Ginting Vs Shi Yu Qi |
|
|---|
| Jadwal Pertandingan Pekan 33 Super League 2025/2026, Persib VS PSM, Borneo FC VS Persijap |
|
|---|
| Tak Hanya Aman Untuk Idul Adha, Stok Beras Bulog Cirebon Diklaim Cukup Hingga 2027 |
|
|---|
| Jalan Rusak Tak Kunjung Dibeton, Warga Astanajapura Cirebon Turun ke Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/MBG-Kota-Cirebon1.jpg)