Warga Indramayu Ini Semringah Gara-gara Dolar Tembus Rp 18 Ribu, Ini Ceritanya
Dasniti merupakan salah seorang warga Desa Panyingkiran Lor yang memiliki anak yang kini bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
"Perbedaannya sangat terasa, karena jumlah uang yang saya terima bertambah, meski yang dikirimkan anak dari Singapura tetap seperti bulan-bulan sebelumnya," ujar Dasniti.
Bahkan, gaji kotor yang diterima sang anak, apabila dikonversi ke rupiah juga turut bertambah, karena dari sebelumnhya di kisaran Rp 6 juta, dan kini menyentuh Rp 7,5 juta perbulan.
"Saya sekarang tidak terlalu kekurangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di Indramayu, karena ada tambahan kiriman uang dari anak yang nilanya juga meningkat," kata Dasniti.
Kondisi serupa juga tampaknya dirasakan Tunjinah (30), PMI yang bekerja di Hongkong, dan kini tengah cuti untuk pulang ke kampung halamannya di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Setiap bulannya, ia rutin mengirimkan 1.500 dolar Hongkong kepada keluarganya di Kabupaten Indramayu dari gaji yang diterimanya senilai 4.870 dolar Hongkong perbulan.
Ia mengatakan, remitansi yang biasa diterima keluarganya kira-kira Rp 3 jutaan, tetapi kini bertambah menjadi Rp 3,4 jutaan, sehungga cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah, gaji bulanan yang saya terima dari bekerja di Hongkong juga naik, sebelumnya kira-kira Rp 9 jutaan, dan sekarang sudah mencapai Rp 11 jutaan," ujar Tunjinah.
Tunjinah mengakui, meningkatnya kurs dolar AS menjadi berkah tersendiri bagi PMI sepertinya, karena turut berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang negara tujuannya bekerja.
Bahkan, nilai tukar dolar Hongkong terhadap rupiah yang turut meningkat juga membuatnya bisa membelikan sepeda baru bagi anak laki-lakinya yang baru berusia enam tahun.
"Sekarang, ada selisih nilai tukar ruliahnya, enggak terlalu besar, tetapi lumayan membantu sekadar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di rumah," kata Tunjinah.
| Tak Hanya Karena Dolar Tembus Rp 18.000, Ini Alasan Warga Cirebon Lebih Pilih Kerja ke Luar Negeri |
|
|---|
| Warga Indramayu yang Diduga Pengirim Paket Meledak di Asrama Polisi Sukaharjo Sudah Dipulangkan |
|
|---|
| Soal Status Warga Indramayu yang Kirim Paket Terkait Kasus Ledakan di Sukoharjo, Begini Kata Polisi |
|
|---|
| Ini Identitas Warga Indramayu Diduga Pengirim Paket yang Meledak di Sukoharjo |
|
|---|
| Pria di Indramayu Ngaku Kirim Paket Isi Bahan Pembuat Kembang Api, Polisi Jadi Korban Ledakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Dasniti-kanan-saat-menghubungi-anaknya-yang-bekerja-di-Singapura-melalui-panggilanF.jpg)