Harga Aspal Naik

Harga Aspal Naik Gara-gara Iran-AS Memanas, Pemkot Cirebon Putar Otak Pangkas Perbaikan Jalan

Tribun Cirebon/TribunCirebon.com/ Eki Yulianto
Potret jalan rusak di Jalan Pancuran Kota Cirebon 

 

Ringkasan Berita:
  • Memanasnya hubungan Iran dan Amerika Serikat berdampak hingga ke Kota Cirebon. Harga aspal naik 20-30 persen sehingga Pemkot Cirebon harus menghitung ulang program perbaikan dan pemeliharaan jalan tahun 2026.
  • Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat mengatakan kenaikan harga aspal dipicu situasi global karena bahan bakunya berasal dari minyak bumi. 
  • Dampaknya, volume pekerjaan dan panjang jalan yang diperbaiki terancam berkurang.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Memanasnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat terus terasa hingga ke daerah.

Di Kota Cirebon, dampaknya bahkan menyentuh program perbaikan jalan setelah harga aspal melonjak tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga material berbahan dasar minyak bumi tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon harus menghitung ulang rencana pembangunan dan pemeliharaan jalan tahun 2026.

Baca juga: UPDATE Terbaru Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Lagi, di Ciayumajakuning Turun Rp12.000 per Gram


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat mengatakan, lonjakan harga aspal saat ini mencapai 20 hingga 30 persen dibandingkan sebelumnya.

“Iya, sudah naik sekitar 20 sampai 30 persen dari sebelumnya,” ujar Rachman, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, kenaikan harga tersebut tidak lepas dari situasi global yang dipicu ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Sebab, aspal merupakan salah satu material turunan minyak bumi yang sangat dipengaruhi fluktuasi harga energi dunia.

Baca juga: NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 22 Mei 2026: Hikmah di Balik Kisah Nabi Ibrahim


“Kenaikan ini juga merupakan buntut dari ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat karena memang bahan bakunya berasal dari minyak bumi,” ucapnya.

Seperti diketahui, ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah perundingan terkait program nuklir Iran dilaporkan mengalami kebuntuan. 

Situasi di kawasan Teluk dan Selat Hormuz pun kembali memanas, memicu gangguan distribusi energi global dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Cirebon kini dihadapkan pada tantangan baru dalam menjalankan program infrastruktur jalan.

Baca juga: NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 22 Mei 2026: Hikmah Berkurban dalam Islam, Ajarkan Keikhlasan Sosial


Rachman mengungkapkan, kenaikan harga aspal berdampak langsung terhadap volume pekerjaan hingga panjang ruas jalan yang dapat diperbaiki tahun ini.

“Itu berdampak kepada volume pekerjaan dan juga panjang penanganan,” jelas dia.

Karena itu, pihaknya kini tengah menyusun ulang perencanaan anggaran agar program perbaikan jalan tetap bisa berjalan meskipun dengan keterbatasan biaya.

“Maka dari itu, saat ini kami sedang menyusun perencanaan ulang karena harga yang ada sekarang sudah tidak sesuai dengan perencanaan awal anggaran,” katanya.

Baca juga: UPDATE Terbaru Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Lagi, di Ciayumajakuning Turun Rp12.000 per Gram


Ia menjelaskan, total anggaran pemeliharaan dan perbaikan jalan di Kota Cirebon tahun ini hanya sebesar Rp 8 miliar.

Dengan kenaikan harga aspal yang cukup tinggi, penggunaan anggaran harus disesuaikan kembali agar tetap efektif.

“Perbaikan dan pemeliharaan jalan di Kota Cirebon itu anggarannya hanya Rp 8 miliar sehingga dengan adanya kenaikan harga aspal jadi mau tidak mau penggunaan anggarannya harus dihitung ulang,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkot Cirebon masih memiliki harapan melalui dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Baca juga: NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 22 Mei 2026: Amalan Ibadah Penuh Berkah di Bulan Dzulhijjah


“Untungnya kami masih memiliki dukungan perbaikan jalan melalui dana provinsi maupun Inpres Jalan Daerah,” ucap Rachman.

Menurut Rachman, program Inpres Jalan Daerah direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026 mendatang.

Baca juga: NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 22 Mei 2026: Hikmah di Balik Kisah Nabi Ibrahim

Di tengah kondisi harga material yang terus bergejolak, DPUTR Kota Cirebon berharap situasi global segera mereda sehingga harga konstruksi dapat kembali stabil.

“Kami terus berupaya agar pelayanan infrastruktur kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun di tengah adanya kenaikan harga material,” jelas dia.