Pendidikan

Kapan MPLS 2025 Dimulai? Berikut Jadwal Pelaksanaan dan Daftar Materi MPLS Ramah

Seperti halnya pada tahun ajaran 2025/2026 yang akan dimulai sebentar lagi, siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK akan mengikuti MPLS.

Penulis: Sartika Harun | Editor: Mutiara Suci Erlanti
dikdasmen
MPLS RAMAH 2025 - Kapan MPLS 2025 Dimulai? Berikut Jadwal Pelaksanaan dan Daftar Materi MPLS Ramah 

TRIBUNCIREBON.COM - Pada hari pertama masuk sekolah, para siswa baru akan melaksanakan kegiatan  Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Tujuannya agar mereka lebih mengenal lingkungan sekolah yang baru sehingga dapat beradaptasi baik secara fisik, sosial, maupun budaya.  

Seperti halnya pada tahun ajaran 2025/2026 yang akan dimulai sebentar lagi, siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK akan mengikuti MPLS.

Lalu, berapa hari MPLS 2025 dilaksanakan?

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan,durasi dan jadwal MPLS 2025 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun sebelumnya MPLS hanya digelar selama tiga hari. Mulai tahun ini, MPLS 2025 akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima hari. 

"Jika sebelumnya MPLS hanya berlangsung selama tiga hari, tahun ini durasinya ditambah menjadi lima hari," ujar Abdul Mu'ti di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2025).

Ia menambahkan, jadwal kegiatan MPLS akan dimulai pada Senin, 14 Juli 2025 secara serentak di seluruh Indonesia.

"Terkait MPLS akan dimulai tanggal 14," kata Abdul Mu'ti. 

Adapun tema MPLS 2025 adalah MPLS Ramah. Sehingga kegiatan MPLS Ramah haruslah dirancang dan dilaksanakan dengan memuliakan, menghormati hak anak.

Termasuk menjunjung tinggi nilai karakter untuk mewujudkan lingkungan belajar aman, nyaman, juga menggembirakan melalui pemberian pengalaman belajar yang berkesadaran dan bermakna.

Materi MPLS 2025

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) juga telah merilis panduan pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2025/2026.

Panduan MPLS 2025 memuat maksud dan tujuan, manfaat, prinsip, waktu pelaksanaan, pengorganisasian, contoh kegiatan, dan materi.

Bagi bapak/ibu guru yang menjadi panitia pelaksanaan MPLS 2025 wajib memperhatikan panduan MPLS 2025 agar tidak salah dalam menyusun kegiatan.

Inilah materi dan ruang lingkup materi MPLS Ramah yang harus relevan dengan maksud dan tujuan MPLS 2025:

1. Penumbuhan dan Penguatan Karakter serta Profil Lulusan

Materi ini bertujuan untuk menumbuhkan dan menguatkan karakter serta profil lulusan murid baru melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pertemuan Pagi Ceria, pengenalan profil lulusan, dan aktivitas lainnya.

a. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat meliputi:

Bangun Pagi: Menekankan pentingnya disiplin waktu.
Beribadah: Mendorong pengembangan spiritual.
Berolahraga: Meningkatkan kesadaran akan kesehatan fisik.
Makan Sehat dan Bergizi: Membiasakan pola makan sehat.
Gemar Belajar: Menumbuhkan motivasi belajar sepanjang hayat.
Bermasyarakat: Mengembangkan kemampuan bersosialisasi dan peduli sesama.
Tidur Cepat: Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

b. Pertemuan Pagi Ceria meliputi:

Senam Anak Indonesia Hebat: untuk menjaga kesehatan fisik dan membangkitkan semangat.
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya: untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, solidaritas keindonesiaan, dan membangkitkan semangat.
Doa Bersama: dilakukan sebelum memulai pelajaran untuk memohon kelancaran dan keberkahan dalam proses belajar.

c. Profil Lulusan meliputi:

Dimensi Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME mengacu pada individu yang memiliki keyakinan dan mengamalkan ajaran agama/kepercayaannya, berakhlak mulia, serta menjaga hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan lingkungan.
Dimensi kewargaan mengacu pada individu yang bangga akan identitas dan budayanya, menghargai keberagaman, menjaga persatuan bangsa, menaati aturan bernegara dan bermasyarakat, serta menjaga keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa.
Dimensi penalaran kritis mengacu pada individu yang memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir logis dan analitis, serta mampu menganalisis dan menyelesaikan permasalahan, berargumentasi logis, dan memanfaatkan literasi dan numerasi untuk memecahkan masalah.
Dimensi kreativitas mengacu pada individu yang mampu berperilaku produktif, menciptakan inovasi, dan merumuskan solusi bagi permasalahan di sekitarnya.
Dimensi kolaborasi mengacu pada individu yang membiasakan diri untuk peduli dan berbagi, serta membangun kerja sama dengan berbagai kalangan di lingkungan sekitar.
Dimensi kemandirian mengacu pada individu yang mampu bertanggung jawab, berinisiatif, dan beradaptasi dalam pembelajaran dan pengembangan diri.
Dimensi kesehatan mengacu pada individu yang menjalankan pola hidup bersih dan sehat berdasarkan pemahaman tentang kebugaran, kesehatan fisik dan mental, dan berkontribusi secara positif terhadap lingkungannya.
Dimensi komunikasi mengacu pada individu yang memiliki kemampuan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis dengan baik dan benar, sesuai etika dalam beragam konteks dan moda.

d. Pencegahan Penyimpangan Isu Sosial

Materi ini terdiri dari materi wajib dan pilihan.

Materi wajib yang diperkenalkan bagi murid baru agar terhindar dan mengetahui resikonya terkait isu kekerasan, penyalahgunaan NAPZA, dan Judi Online. 

Sementara materi pilihan yang dapat diperkenalkan pada murid baru antara lain terkait isu pornografi, perkawinan anak, dan isu sosial lainnya agar mereka terhindar dari berbagai penyimpangan isu sosial di masyarakat.

2. Pengenalan dan Interaksi Positif dengan Warga Satuan Pendidikan

Materi ini bertujuan untuk membantu murid baru mengenal, beradaptasi, dan berinteraksi positif dengan sesama murid, kepala satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, karyawan/petugas, dan warga satuan pendidikan lainnya. 

Sehingga murid baru merasa betah dan nyaman saat di satuan pendidikan dan terwujud kemitraan pembelajaran yang lebih baik.

3. Pengenalan Sarana dan Prasarana Satuan Pendidikan
Materi ini membantu murid baru untuk mengenal, beradaptasi, dan memanfaatkan sarana prasarana yang tersedia di satuan pendidikan.

Materi ini mencakup:

Denah satuan pendidikan: Memperkenalkan denah dan tata letak gedung-gedung, ruang kelas, kantor, fasilitas ibadah, kantin, dan area penting lainnya.
Fungsi setiap ruangan: Menjelaskan fungsi dan tujuan setiap ruangan atau area di satuan pendidikan.
Aksesibilitas dan keamanan: Menginformasikan jalur evakuasi, titik kumpul darurat, prosedur keamanan, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Fasilitas satuan pendidikan: Mengajak murid berkeliling untuk mengenal berbagai fasilitas sekaligus menjelaskan fungsi dan cara penggunaannya, seperti perpustakaan, laboratorium (komputer, IPA, bahasa), ruang kesenian, lapangan olahraga, kantin sehat, toilet, dan unit kesehatan satuan pendidikan (UKS).

4. Pengenalan Kondisi Lingkungan Sekitar Satuan Pendidikan

Materi ini membantu murid baru untuk mengenal, beradaptasi, dan memahami kondisi lingkungan sekitar satuan pendidikan. 

Selain itu, perlu dilakukan kegiatan untuk membangun kesadaran murid baru bahwa mereka hidup tidak hanya di lingkungan satuan pendidikan, tetapi juga perlu bermasyarakat. 

Misalnya dengan mengadakan bakti sosial di masyarakat sekitar satuan pendidikan yang kurang mampu secara ekonomi ataupun bergotong royong melakukan kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan sekitar. 

Bakti sosial dapat dilakukan di akhir kegiatan MPLS Ramah.

5. Pengenalan Visi, Misi, dan Tujuan sebagai Ciri Khas Satuan Pendidikan

Materi ini membantu murid baru mengenal visi, misi, dan tujuan satuan pendidikannya sehingga dapat memberikan keselarasan pemahaman murid baru tentang cita-cita dan tujuan luhur yang ingin dicapai, identitas dan operasional satuan pendidikan untuk menanamkan rasa kebanggaan pada murid.

6. Pengenalan Intrakurikuler dan Kokurikuler di Satuan Pendidikan

Materi ini membantu murid untuk mengetahui seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan (intrakurikuler) serta kokurikuler yang dilaksanakan di satuan pendidikan. 

Termasuk proses pembelajaran yang berlangsung, dan strategi efektif untuk meningkatkan kompetensinya di jenjang pendidikan yang baru. 

Materi ini dapat meliputi diskusi tentang pembelajaran bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, partisipasi aktif dalam pembelajaran, pemanfaatan berbagai media dan teknologi, pembimbingan dalam
belajar, dan budaya belajar.

7. Pengenalan Ekstrakurikuler di Satuan Pendidikan

Materi ini membantu murid baru mengenal kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan satuan pendidikan untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi diri. 

Kegiatan pengenalan meliputi kedudukan, struktur pengurus, program dan kegiatan, jadwal dan mekanisme pendaftaran, serta manfaat yang diperoleh murid baru atas keterlibatan mereka di kegiatan tersebut. 

Selain itu, pada saat MPLS Ramah, satuan pendidikan dapat memberikan ruang bagi murid baru untuk menyalurkan minat, bakat, dan potensinya dengan mengadakan pentas minat dan bakat di akhir kegiatan MPLS Ramah.

8. Pengenalan Budaya Satuan Pendidikan

Materi ini membantu murid untuk mengenal budaya satuan berupa program unggulan, kegiatan rutin, agenda tahunan, pembiasaan, keteladanan, budaya bersih dan sehat, peraturan dan tata tertib yang di dalamnya antara lain mencakup hak dan kewajiban serta konsekuensi jika melakukan pelanggaran (harus jelas, mendidik, fokus pada pembentukan disiplin positif).

 

Baca berita Tribuncirebon.com lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved