Rabu, 8 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Idulfitri 2025

Ramai-Ramai Nyekar di Cirebon di Hari Raya, Bunga dan Doa Mengalir di Pusara Keluarga

Di hari raya ini, warga melakukan ziarah setelah melaksanakan salat Idulfitri.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
ZIARAH KUBUR - Tradisi nyekar atau ziarah ke makam keluarga menjadi pemandangan yang lazim di berbagai daerah, termasuk ke pamakaman Pronggol di Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - di momen Hari Raya Idulfitri, tradisi nyekar atau ziarah ke makam keluarga menjadi pemandangan yang lazim di berbagai daerah, termasuk di Cirebon.

Warga berbondong-bondong mengunjungi pemakaman untuk mendoakan arwah leluhur mereka.

Sejak pagi, sejumlah pemakaman di wilayah Cirebon, khususnya di wilayah Pronggol, di Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk tampak ramai dikunjungi warga.

Mereka datang dengan membawa bunga, air dan alat untuk membersihkan makam.

Salah satunya adalah Siti (45), warga Kecamatan Kesambi, yang datang bersama keluarganya untuk berziarah ke makam orang tuanya.

“Kami sekeluarga setiap tahun pasti nyekar setelah salat Id."

"Ini bentuk bakti dan doa kami untuk orang tua yang telah berpulang,” ujar Siti saat ditemui di Pemakaman Pronggol, Senin (31/3/2025). 

Selain Siti, warga lainnya, Rahmat (52), mengungkapkan bahwa tradisi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga momen untuk mengenalkan generasi muda pada sejarah keluarga mereka.

“Saya selalu ajak anak-anak untuk nyekar agar mereka tahu siapa leluhur mereka."

"Ini juga sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan kehidupan yang fana,” ucap Rahmat.

Di beberapa pemakaman, terlihat juga para peziarah menggelar doa bersama dan membaca surah Yasin.

Beberapa bahkan datang dari luar kota untuk tetap menjalankan tradisi ini di tanah kelahiran mereka.

Menurut Ustaz Ato, seorang tokoh agama di Cirebon, nyekar merupakan amalan baik yang diajarkan dalam Islam.

“Ziarah kubur ini bukan hanya untuk mendoakan yang telah tiada, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita yang masih hidup agar selalu berbuat baik,” jelas Ustaz Ato.

Tradisi nyekar ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari setelah Lebaran, mengingat banyak warga yang masih dalam suasana mudik dan baru memiliki kesempatan untuk berziarah setelah berkunjung ke sanak saudara.

Baca juga: Lebaran di Penjara, 779 Napi Lapas Kesambi Cirebon Dapat ‘Hadiah’ Potongan Hukuman

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved