Kecelakaan Maut di Bogor

100 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan di Jalan Parung Panjang-Bunar Kabupaten Bogor, Dalam Dua Tahun

Hampir dua tahun, ada 100 orang yang meninggal akibat kecelakaan di Jalan Parung Panjang, Bogor.

Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
KDM KAGET - Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, saat mengunjungi SMAN 7 Cirebon, pada Jumat (7/2/2025) pagi. Ia kaget saat tahu korban kecelakaan maut di Parung Panjang, Bogor, mencapai 100 orang. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dalam dua tahun terkahir, 100 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Parung Panjang-Bunar Kabupaten Bogor

Hal itu diketahui saat Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro berbincang dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih Dedi Mulyadi, dilihat diakun media sosial Instagram pribadi Dedi Mulyadi, Senin (10/2/2025). 

"Selama kami menjadi Kapolres Bogor kurang lebih satu tahun delapan bulan, itu kasus kecelakaan yang diakibatkan baik itu lalainya si pengemudi, baik itu dari kontur jalannya yang kurang memadai, jalan rusak dan sebagainya itu menimbulkan korban jiwa yang sangat banyak," ujar Rio. 

Dedi Mulyadi kemudian menanyakan kepada Rio berapa korban akibat kecelakaan di Jalan Parung Panjang-Bunar tersebut. 

"Selama kami di sini hampir 100 lebih Pak Gub," jawab Rio. 

Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi pun kaget dan menduga hal itu terjadi akibat Provinsi lambat membangun jalan Parung Panjang-Bunar.

"Punten (maaf) ya, bukan kita ingin negatif ya tidaklah. Akibat lambatnya Provinsi membangun jalan itu berakibat pada kecelakaan," ujar Dedi.

Dedi kemudian kembali menanyakan, bagaimana bisa banyak orang meninggal dunia di Jalan Parung Panjang-Bunar. 

"Itu kurang lebih hampir dua tahun data kami, itu karena kontur jalan, jumlah muatan, kemudian jalan rusak, penerangan jalan umum yang kurang memadai dan sempitnya jalan, kami butuh bantuan dari Pemprov Jabar," ujar Rio. 

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi mengklaim sudah menyiapkan rencana untuk melakukan perbaikan jalan di Parung Panjang-Bunar. 

"Tahun 2026 kita sudah oke, karena 2025 terlalu mepet ya. Kita bangun, total selesai yang penting tanahnya karena ingin diperlebar. Jadi kita akan bangun jalan tambang khusus," kata Dedi Mulyadi.

Baca juga: Kesaksian Siswi SMAN 7 Cirebon Adukan Dugaan Pungli PIP ke Gubernur Jabar Terpilih Dedi Mulyadi

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved