Sabtu, 2 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Keracunan Jamur Rampak

Pengakuan Tahyudin, Korban Keracunan Jamur Rampak di Subang, Langsung Pusing dan Mata Sempat Rabun

Tahyudin (31) salah seorang korban keracunan jamur rampa di Ciater Subang mengungkapkan kronologi

Tayang:
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
KERACUNAN JAMUR RAMPAK - Tahyudin, korban keracunan jamur rampak, saat menjalani perawatan di RSUD Subang, Rabu (29/1/2025). Dia mengungkap kronologi terjadinya keracunan 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin 


TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG- Kasus keracunan Jamur Rampak yang dikonsumsi oleh 8 warga Kampung Sukamulya Dusun Pangkalan, Desa Sanca Kecamatan, Ciater Subang, tersebut berawal saat ke 8 warga tersebut pulang kerja di sawah dan merasa lapar.

Kemudian makan bersama dan salah satu menunya jamur yang diambil dari dekat pohon bambu kemudian dimasak dan langsung dikonsumsi bersama.

Hal tersebut diungkapkan oleh Tahyudin (31) salah seorang korban keracunan, saat diwawancarai wartawan di ruang IGD RSUD Subang, Rabu(29/1/2025).


Menurut Tahyudin, dirinya saat itu bersama 7 rekannya pulang kerja di sawah dan merasa lapar langsung makan bersama.

Baca juga: Breaking News: 8 Warga Ciater Subang Alami Keracunan Setelah Konsumsi Jamur Rampak


"Makannya itu dengan jamur rampak yang diambil dari sisa pembakaran dibawah pohon bambu," katanya.


Dikatakan Tahyudin, jamur tersebut langsung di sayur, kemudian dikonsumsi bareng-bareng sekitar pukul 18.00 WIB.


"Kurang lebih setengah jam setelah mengkonsumsi jamur tersebut, perut langsung mual, perih, mata rabun tak bisa melihat," katanya.


Lanjut Tahyudin, biasanya dirinya tak masalah mengkonsumsi jamur tersebut, namun tiba-tiba langsung pusing mual dan mata gelap.


"Saya dibawa ke Puskesmas dan Rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri," ucapnya.

Baca juga: Update Kecelakaan Maut di Jatinangor Sumedang, Polisi Periksa Mahasiswa Unpad Pengemudi Sedan


Tahyudin juga mengaku dirinya salah mengkonsumsi jamur rampak tersebut, karena tak diolah secara maksimal.


"Biasanya orangtua saya mengkonsumsi jamur tersebut dengan cara dijemur dulu dan kemudian direbus setelah itu baru dimasak,' katanya.
 
"Adapun jamur yang dikonsumsi jenis jamur rampak warnanya sedikit kuning,"imbuhnya.


Saat ini dirinya juga mengaku kondisinya sudah agak mendingan dibandingkan semalam.


"Mudah-mudahan bisa segera pulih dan sehat kembali seperti biasa sehingga bisa cepat pulang dan kembali beraktivitas seperti biasa," pungkasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved