Viral
Viral, Remaja yang Minta Dijemput Polisi usai Diusir Ibu Tirinya, Kirim Pesan ke Polres Blitar Kota
video anak berseragam sekolah dijemput anggota Satlantas Polres Blitar Kota di halaman SMAN 3 Kota Blitar
Penulis: Sartika Harun | Editor: Sartika Rizki Fadilah
TRIBUNCIREBON.COM - Inilah kisah Nur Esa Anastsya (16) alias Esa, remaja yang viral dijemput polisi lantaran sudah diusir ibu tirinya.
Viral rekaman video anak berseragam sekolah dijemput anggota Satlantas Polres Blitar Kota di halaman SMAN 3 Kota Blitar, Jawa Timur (Jatim).
Dalam rekaman video itu, si anak menangis saat didatangi Polisi.
Bocah tersebut minta diantar polisi ke tempat lembaga bimbingan belajar.
Belakangan diketahui, anak yang minta dijemput polisi itu bernama Nur Esa Anastsya (16).
Esa, panggilannya saat ini tinggal bersama kakek dari ibunya, Sanidi (76) di Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
Ditemui di rumah kakeknya, Rabu (9/10/2024), Esa mengaku memang sengaja mengirim pesan ke medsos Polres Blitar Kota.
Dalam pesan yang dikirim ke medsos Polres Blitar Kota, ia minta dijemput Polisi untuk diantarkan ke tempat les.
"Saat itu saya sedang bingung dengan masa depan saya. Saya akhirnya kirim pesan ke medsos Polres Blitar Kota untuk dijemput. Sebenarnya saya ingin mengadu soal kehidupan saya ke pak Polisi," kata Esa yang potongan rambutnya pendek mirip anak laki-laki itu.
Kehidupan Esa memang memilukan. Sejak kecil, Esa ditinggal ibunya, Susanti kerja ke luar negeri.
Sedang ayah Esa, Suhebi tinggal di Kota Serang, Provinsi Banten.
Esa sempat ikut kakeknya di Kademangan, Kabupaten Blitar, sejak TK hingga kelas 4 SD.
Baca juga: Komplotan Pencuri Sarang Burung Walet Senilai Ratusan Juta Rupiah Ditangkap Polisi di Cianjur
Naik kelas 5 SD, Esa diajak ayahnya ke Kota Serang, Provinsi Banten. Ayah Esa kemudian menikah lagi.
Esa sempat masuk pondok pesantren dan sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Serang, Provinsi Banten.
Namun, saat hendak naik kelas 9 MTs, Esa putus sekolah dan pulang ke rumah kakeknya dari ibu di Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
"Saya pulang ke Blitar pada Agustus 2023. Saya diusir oleh ibu tiri," ujar Esa.
Selama di Blitar, Esa mengaku ayahnya tidak pernah menjenguk.
Lalu, Esa mendapat kabar ayahnya meninggal dunia pada Februari 2024.
Sejak itu, Esa seperti orang bingung. Ia juga tidak melanjutkan sekolah selama berada di Blitar.
"Makanya, saya bingung dengan masa depan saya. Sebenarnya saya punya cita-cita ingin jadi abdi negara, entah jadi TNI, polisi maupun PNS. Akhirnya saya kirim pesan ke medsos Polres Blitar Kota. Saya menganggap pak Polisi bisa membantu saya," tuturnya.
Kakek Esa, Sanidi mengatakan Esa ditinggal ibunya, Susanti sejak masih usia TK sampai sekarang.
Ibu Esa pamit kerja ke luar negeri dan sampai sekarang tidak ada kabarnya.
"Ibu Esa ini (Susanti) merupakan anak mbarep (sulung) saya. Sampai sekarang saya tidak tahu posisi Susanti di mana. Ia (Susanti) pamit kerja ke luar negeri sejak Esa masih TK," kata pria yang bekerja sebagai pedagang bakso itu.
Sanidi mengaku sempat meminta Esa meneruskan sekolah lagi saat pulang ke Blitar, tapi cucunya belum mau.
Menurut Sanidi, kepulangan cucunya ke Blitar penuh drama. Esa bertengkar dengan ibu tirinya.
"Sebelum pulang ke Blitar, cucu saya sempat tiga hari minta-minta uang di lampu merah, di Serang, untuk biaya ke Blitar. Lalu saya dapat kabar itu, saya menghubungi RT di sini. RT kemudian kirim uang ke cucu saya untuk biaya pulang ke Blitar," ujarnya.
Setelah adanya video viral, Sanidi berharap cucunya mau melanjutkan sekolah lagi.
Sanidi juga berterima kasih kepada Polisi yang telah merespons pengaduan dari cucunya.
"Saya berharap, setelah ini, cucu saya mau sekolah lagi. Cucu saya ini punya cita-cita yang tinggi. Dia ingin jadi tentara," ujarnya.
Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Supriyadi mengatakan Esa sempat mengirim pesan di medsos Polres Blitar Kota.
Polisi merespons dengan mendatangi Esa yang saat itu berada di halaman SMAN 3 Kota Blitar.
Waktu itu, Ipda Supriyadi yang menjemput Esa di halaman SMAN 3 Kota Blitar.
"Setelah bertemu, ternyata anak ini posisinya sudah tidak sekolah. Dia putus sekolah ketika naik kelas 3 MTs. Dia kirim pesan ke Polres minta dijemput mungkin karena sedang kangen ayahnya, ayahnya sudah meninggal," katanya.
Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP Andang Wastiono maengatakan, polisi berusaha memfasilitasi Esa agar sekolah lagi.
Polisi sudah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar untuk mencarikan sekolah untuk Esa.
"Setelah kami beri pengertian, anaknya juga mau sekolah lagi. Kami sedang mengupayakan sekolah untuk anak tersebut," AKP Andang menuturkan.
Baca berita Tribuncirebon.com lainnya di GoogleNews
Dua Bocah Viral di Gowa yang Pungut Makanan Sisa HUT Kemerdekaan RI Dapat Bantuan dari Kapolres |
![]() |
---|
Viral Spanduk 'Selamat Datang di Desa Maling' Dipasang Warga di Pamekasan, Polisi Turun Tangan |
![]() |
---|
Prabowo Subianto Kirim Hadiah ke Bocah yang Tampil Cosplay jadi Presiden saat 17-an |
![]() |
---|
Sosok Rafael, Bocah Viral yang Cosplay jadi Presiden Prabowo saat 17-an Dapat Hadiah dari RI1 |
![]() |
---|
Sosok Karisto Gideon, Anggota Paskibraka Nyaris Pingsan saat Upacara Kemerdekaan, Viral di Medsos |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.