Rabu, 15 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Gempa Terkini

Gempa Susulan 5 Kali Terjadi Setelah Gempa M5.0, Disebabkan Aktivitas Sesar Garsela

Lima kali gempa bumi susulan (aftershock) terjadi setelah gempa susulan berkekuatan 5.0 magnitudo, Rabu (18/9/2024). 

Shutterstock
Ilustrasi gempa 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Lima kali gempa bumi susulan (aftershock) terjadi setelah gempa susulan berkekuatan 5.0 magnitudo, Rabu (18/9/2024). 


Gempat tersebut dengan magnitudo terbesar mencapai M3,1.


Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan Sesar Garsela menjadi pemicu gempa yang mengguncang kawasan Bandung hingga terasa sampao Garut dan sekitarnya. 

Berdasarkan hasil hasil analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa ini berada di darat, tepatnya 25 km tenggara Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 10 km, berpusat di 7,23 lintang selatan dan 107, 65 bujur timur. 

Baca juga: Dampak Gempa Bandung, Sekolah, Polsek Hingga KUA Alami Kerusakan


“Gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal dengan mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal,” ujar Daryono, Rabu (18/9/2024). 

Hematnya, gempa tektonik tersebut menyebabkan guncangan kuat di beberapa daerah di Kabupaten Bandung


Akibatnya, gempa bumi dirasakan cukup kuat di wilayah Majalaya dengan intensitas gempa mencapai skala III-IV MMI. 

Kemudian, di wilayah Banjaran, intensitas gempa mencapai III MMI, dengan getaran terasa seolah-olah truk besar melintas.


Wilayah lain yang terdampak gempa termasuk Lembang, Parompong, Bandung Barat, Baleendah, Garut, dan Cileunyi, dengan intensitas getaran berkisar antara II hingga III MMI. 

Baca juga: Garut Kembali Diguncang Gempa Bumi, Kali Ini Berkekuatan Magnitudo 3,5


Dia menegaskan, hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. 

“Berdasarkan lokasi episenter yang berada di daratan dan hasil pemodelan yang kami lakukan, gempa ini tidak memicu terjadinya tsunami,” kata dia. 

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar. 

“Kami meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegasnya. 


Dia pun meminta masyarakat menghindari  bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, dan memastikan kondisi rumah cukup aman sebelum kembali ke dalamnya. (*) 
 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved