Senin, 18 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Iing Sayuti dan Kawan-kawan Seniman Indramayu Ajak Masyarakat Tebar Cinta Pada Alam Lewat Tarian

Aksi menari di atas kapal nelayan mewarnai gerakan bersih-bersih pantai dan laut yang digelar oleh Pemkab Indramayu

Tayang:
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Iing Sayuti bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Darma Ayu Art Forum saat menari di atas kapal dalam kegiatan bersih-bersih pantai dan laut di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (3/7/2024) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Aksi menari di atas kapal nelayan mewarnai gerakan bersih-bersih pantai dan laut yang digelar oleh Pemkab Indramayu di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur.

Mereka adalah Iing Sayuti, Chandra N Pangeran dan Savika Nurul Ain. 

Lewat pertunjukkan tari, seniman yang tergabung dalam Darma Ayu Art Forum ingin mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menebar cinta kepada alam raya.

“Kita sebagai manusia wajib menebar cinta untuk alam semesta. Kalau tidak laut akan kotor rusak,” ujar Iing Sayuti kepada Tribuncirebon.com, Rabu (3/7/2024).

Pentas tari yang dilakukan Iing dan kawan-kawan ini merupakan tari kontemporer. 

Sebagai seniman, mereka ingin berkontribusi menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga alam.

Dari gerakan-gerakan yang ditunjukkan, lanjut Iing, pihaknya ingin mengedukasi agar masyarakat jangan lagi membuang sampah sembarang, baik di laut, sungai, maupun tempat-tempat lainnya.

Dalam pentas tersebut juga diperlihatkan para penari menuangkan air pada tanaman pohon. 

Iing mengatakan, gerakan tersebut memfilosofikan manusia harus senantiasa menjaga pohon dan alam.

Iing Sayuti bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Darma Ayu Art Foruma
Iing Sayuti bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Darma Ayu Art Forum saat menari di atas kapal dalam kegiatan bersih-bersih pantai dan laut di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (3/7/2024)

Aksi yang sama sebelumnya juga dilakukan Iing Sayuti dan kawan-kawannya dengan menggelar pentas tari di atas tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pecuk Indramayu benerapa waktu lalu.

Aksi ini dilakukan Iing karena merasa sedih melihat kondisi alam belakangan ini. Tidak sedikit oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab terus melukai alam dengan sampah.

Lanjut dia, padahal alam juga bisa bersedih, alam bisa menangis, dan alam juga bisa murka atau marah.

Hal ini pula yang membuat kelompoknya terus mengkampanyekan gerakan cinta alam lewat tarian akhir-akhir ini.

“Kalau alam sudah murka kita bisa apa? Alam ini kan yang membuat kehidupan buat kita,” ujar dia.

Di sisi lain, gerakan bersih-bersih pantai dan laut yang digelar oleh Pemkab Indramayu dalam rangka Hari Lingkungan Hidup dan Hari Laut Sedunia tahun 2024 tingkat Kabupaten Indramayu.

Iing Sayuti sendiri merupakan penari asal Kabupaten Indramayu. Penari berusia 53 tahun ini bukan sosok yang asing di dunia seni tari.

Tidak mudah bagi Iing dalam meniti karir di dunia tari. Banyak cercaan hingga hinaan yang ia terima.

Diakui Iing Sayuti, hinaan itu datang seiring dengan keterbatasan yang ia miliki.

Sejak lahir, Iing Sayuti menderita kelainan pada sistem saraf yang mempengaruhi otot berbicaranya. 

Hal inilah yang membuat, pria yang tinggal di Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu itu tidak jelas dalam berbicara.

"Jadi penari mungkin ini cara Allah agar saya bisa lebih dihargai," katanya.

Tidak berhenti di situ, Iing Sayuti yang merupakan seorang lelaki sangat ditentang oleh keluarga untuk menari. 

Keluarganya takut, bilamana Iing Sayuti terus menari akan membuat karakternya gemulai seperti perempuan.

Di sisi lain, Iing menyampaikan, kecintaannya terhadap dunia tari sudah tumbuh sejak duduk di bangku TK.

Sejak saat itu sampai sekarang ia konsisten untuk belajar menari. Setelah lulus sekolah, Iing merantau ke Jakarta.

Di sana ia menjadi penari latar di stasiun televisi. Namanya di dunia tari pun makin dikenal. 

Berbagai panggung di tanah air pun sudah coba ia jajal. Tari andalanya adalah jenis tari kontemporer. Jenis tari ini sudah ia geluti sejak tahun 1998 sampai sekarang.

Berkat kelihaiannya dalam menari, Iing Sayuti juga pernah diundang untuk menari di berbagai negara.

“Keliling Indonesia tentunya, kemudian pernah juga nari di Malaysia, Hongkong, China, Thailand,” ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved