Gerakan Pangan Murah di Kota Cirebon Diserbu Warga, Bisa Dapat Beras Medium Rp 52 Ribu Lima Kilogram

Warga sangat antusias mendatangi Gerakan Pangan Murah yang digelar di Harjamukti, Kota Cirebon.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Cirebon di Harjamukti diserbu warga. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Cirebon diserbu antusias warga.

Warga mulai berdatangan ke lokasi sejak pukul 07.00 WIB meski acaranya baru dimulai satu jam kemudian.

Beragam komoditas kebutuhan harian warga dijual di sana dengan harga yang bersaing dari harga pasar.

Mulai beras premium, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, cabai rawit, sayuran, hingga bawang merah dan bawang putih.

Misalnya, beras medium kemasan 5 kilogram yang di pasaran dibanderol Rp 60 ribu, di sini hanya dijual Rp 52 ribu.

Lalu ada beras premium yang dijual oleh gabungan kelompok tani (gapoktan) dengan harga Rp 13.000 per kilogram.

Lalu ada telur yang dijual Rp 19.000 per kilogram.

Kemudian bawang putih dan bawang merah dijual dengan harga Rp 20.000 per kilogram.

Adapun, GPM kali ini digelar di Lapangan Kebon Pelok, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Salah satu warga Sri Ningsih (55), mengaku terbantu dengan adanya GPM tersebut.

Menurutnya harga barang-barang tersebut lebih murah dibanding harga di pasaran.

"Terbantu, saya harap ke depannya banyak kegiatan pasar murah ini," ujar Sri warga Kelurahan Kalijaga ini.

Di GPM sendiri, Sri membeli 10 kilogram beras.

Ia sudah sejak pukul 07.00 WIB datang ke lokasi untuk membeli keperluan rumah tangga.

"Ini untuk dikonsumsi di rumah, tahu dari media sosial jadi dari pagi datang ke sini," ucapnya.

Wakil Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Rizki Abdullah menyebut, pihaknya menyediakan sebanyak 10 ton beras jenis SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan).

SPHP sendiri adalah program yang diluncurkan pemerintah sebagai bentuk lain operasi pasar (OP) yang sebelumnya dilakukan untuk mengintervensi pasar.

"Beras kami hari ini bawa 10 ton, minyak juga sekitar 2 kuintal, sama gula 2 kuintal."

"Untuk harga beras kami jual Rp 52 ribu per 5 kilogram, artinya kalau per kilogramnya dihargai Rp 10.400."

"Minyak goreng di angka Rp 14 ribu dan gula Rp 14 ribu per kilogram juga."

"Ini semua kita jual di bawah HET, beras kalau di pasarannya Rp 10.900," jelas Rizki.

Ia berharap, kegiatan ini bisa meringankan masyarakat di tengah harga sekarang masih tinggi.

Selain itu, juga sebagai bentuk pengendalian inflasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh mengatakan, GPM ini berkolaborasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bulog, Badan Pangan Nasional dan unsur terkait lainnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendapatkan akses pangan ke masyarakat.

Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau dan berkualitas.

"Kami laksanakan secara kontinyu, sebab kalau hanya sekali dalam dua bulan atau tiga bulan kurang terasa."

"Mulai bulan ini, setiap bulan bisa kita perbanyak lagi frekuensinya. Dua minggu sekali," jelas Elmi.

Ke depan, GPM akan menyasar ke kecamatan lain di Kota Cirebon.

Sementara, ia menyebut, tidak ada persyaratan khusus untuk bisa membeli komoditas pangan di GPM.

Masyarakat bisa datang langsung seperti belanja di pasar.

Baca juga: Berkat GPM dan Bantuan Pangan, Harga Beras di Jawa Barat Mulai Terkendali

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved