Senin, 18 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Mengintip Keindahan Desa Citemu, Daerah di Cirebon yang Jadi Percontohan Kampung Nelayan Maju

Desa Citemu tak seperti kampung atau desa nelayan lainnya yang terkesan kumuh.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Potret Desa Citemu yang kini dijuluki sebagai Kampung Nelayan Maju di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Desa Citemu adalah daerah pertama di Kabupaten Cirebon yang ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Maju.

Melalui program bantuan sosial yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), desa yang berada persis di jalan raya pantai Utara (Pantura) di Kecamatan Mundu itu kini dipoles sehingga enak dipandang.

Kesan kumuh yang biasa disematkan terhadap kampung nelayan di kawasan pinggi pantai pun kini perlahan memudar.

Perubahan itu diawali pada wajah kampung yang ditata menjadi lebih baik dan berwarna.

Prestasi yang membanggakan itu semakin menjadi seiring dipilihnya Desa Citemu sebagai percontohan bagi 60 desa lainnya se-Indonesia yang mendapatkan program yang sama, karena satu-satunya desa yang sudah 100 persen selesai penataannya.

Bagi masyarakat yang berkunjung ke Desa Ciremu, pertama kali akan melihat tembok sepanjang 100 meter yang berada di pintu masuk kampung dengan lukisan berbagai macam gambar bertema kelautan maupun lingkungan.

Lukisan yang kerap disebut mural itu digambar berbagai macam gambar bertema kekayaan laut Indonesia dan imbauan menjaga lingkungan.

Potret mural yang berada di Kampung Nelayan Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.
Potret mural yang berada di Kampung Nelayan Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Hampir seluruh satwa laut dengan kemiripan aslinya tergambar di tembok yang tersekat-sekat itu.

Di ujung tembok bahkan selain yang telah disebutkan di atas juga terdapat wajah presiden pertama hingga saat ini.

Berbagai macam mural itu tentu sedikitnya membuat kesan kumuh tak lagi tinggi.

Setelah itu, masyarakat juga kini bisa menikmati akses jalan yang mulus.

Sebab, infrastruktur jalan juga menjadi prioritas penataan kampung nelayan tersebut.

Usai berjalan melewati tembok mural, pengunjung bisa melihat gapura bertuliskan 'Selamat Datang Kampung Nelayan Maju Desa Citemu' di atas sana.

Di atasnya lagi, terlihat perahu yang diklaim sebagai ikon kampung tersebut.

Sambil melewati gapura, masyarakat juga akan disuguhkan dengan pemandangan banyaknya perahu yang sedang bersandar.

Banyaknya pernak-pernik yang menghiasi perahu membuat kesan tersendiri bagi siapapun yang melihat.

Di pinggir sungai, penataan juga dilakukan oleh masyarakat terutama kelompok masyarakat (kompas) Desa Citemu dengan membuat sandaran perahu.

Di ujung jalan, terdapat bangunan bangsal yang dijadikan tempat pertemuan para nelayan yang kini juga telah tertata rapi akibat bantuan tersebut.

Tidak hanya dapat melihat keindahan kampung yang kini lebih tertata, masyarakat juga dapat menikmati berbagai kuliner hasil laut serta berinteraksi dengan warga lokal.

Jika ingin melihat hasil tangkapan para nelayan, disarankan untuk datang ke dermaga saat pagi hari.

Waktu saat nelayan tiba pulang melaut, hasil tangkapannya beragam, ada ikan juga cumi-cumi.

Ketua BPD Desa Citemu, Lukman Nurhakim (54) mengatakan, ditatanya kampung tersebut berkat kerja keras pokmas Desa Citemu yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Namun meski berupa bantuan sosial, ia selaku Sekretaris Pokmas bersama masyarakat memiliki tekad untuk mengubah kesan kampung nelayan yang dulunya kumuh menjadi lebih rapi.

Pihaknya pun bersyukur, Desa Citemu menjadi percontohan bagi desa lainnya yang mengikuti program yang sama.

"Alhamdulillah dari KKP, Citemu ini sebagai percontohan."

"Di fisik bangunan maksimal, dari SPJ pun insya Allah tidak ada masalah, itu yang menjadi alasan desa kami jadi percontohan," ujar Lukman, Selasa (10/10/2023).

Awalnya, diceritakan dia, tujuan pembenahan sendiri untuk memberi kesan betah bagi masyarakat sekitar.

Di mana, stigma kumuh begitu kental ketika orang lain berkunjung ke Desa Citemu.

"Karena dari kami ini ingin membangun betul-betul dari hasil karya anak daerah sini sendiri, tidak dari pemikiran orang-orang atau dari orang lain. Ini benar-benar karya dari warga Desa Citemu."

"Penataan Kampung Nelayan Maju ini yang kami ajukan ini, satu untuk mengikat warga kami biar senang ada di daerah pantai, tidak ada ada bahasa nelayan kumuh," ucapnya.

Kendati sudah mengeluarkan semua dana bantuan yang diberikan, Lukman menyebut, masih 10 persennya infrastruktur di Desa Citemu yang ditata.

Sementara, sisanya masih dibutuhkan penataan lanjutan untuk lebih menarik wisatawan datang ke kampung nelayan maju tersebut.

"Sebenarnya kalau apa yang telah kami kerjakan untuk menata Desa Citemu, 10 persennya juga belum."

"Masih jauh, karena saya juga mengharapkan dari dinas lain itu ada program lain untuk penataan kampung di Citemu."

"Karena saya lihat dari lingkungan ini kalau untuk wisata juga bisa masuk, pengembangan nelayan koperasi bisa masuk.

"Lalu, satu infrastruktur, sedimentasi lumpur makin tinggi terus nih, saya ingin mengharapkan dari dinas, BBWS kalau bisa saya minta bareng-bareng memikirkan bagaimana nelayan ini tidak lagi bergantung pada pasang surutnya laut untuk mencari nafkah," jelas dia.

Sekadar informasi, disematkannya Desa Citemu sebagai Kampung Nelayan Maju melalui program bantuan sosial dari KKP pun telah diresmikan pada Senin (9/10/2023), kemarin.

Dalam kesempatan itu, peresmian dilakukan langsung oleh anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono sebagai legislatif yang mengusulkan program tersebut.

Diketahui, adanya program itu kini kampung tersebut dinamakan Kampung Nelayan Maju (Kalaju) Desa Citemu.

Diharapkan ke depan, kampung tersebut menjadi salah satu destinasi wisata dengan keunggulan kerapihan kampung dan adanya mangrove di ujung muara.

Baca juga: Cara Jitu Mengusir Kesan Kumuh di Kampung Nelayan Citemu Cirebon, Ada SBY Berdampingan dengan Jokowi

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved