Selasa, 14 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Ibu dan Anak Tertimpa Tembok

Imbas Dua Warga Terluka Akibat Tertimpa Tembok SDN 17, Kapolres Kuningan Lakukan Ini

Imbas kecelakaan akibat dugaan kelalaian pekerja bangunan saat merobohkan tembok SDN 17 Kuningan, mendapat penanganan serius dari Kapolres Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Istimewa
Video ibu dan anak di Kuningan tertimpa tembok SDN 17 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN- Imbas kecelakaan akibat dugaan kelalaian pekerja bangunan saat merobohkan tembok SDN 17 Kuningan, mendapat penanganan serius dari Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian.

Diketahui, dua warga tertimpa tembok bangunan SDN 17 Kuningan hingga mengalami luka serius.

"Untuk tempat kejadian perkara, kami sterilisasi dari kegiatan seperti biasanya," ungkap Kapolres AKBP Willy Andrian saat memberikan keterangan kepada TribunCirebon.com, Kamis (28/9/2023).

Selain melakukan sterilisasi dengan memasang Police Line alias garis polisi, AKBP Willy mengungkap semua yang terlibat kegiatan tersebut dimintai keterangan.

Baca juga: Dua korban yang Tertimpa Bangunan SDN 17 Kuningan Alami Luka Serius, Sempat Dilarikan ke RS

"Kami lakukan pemanggilan dalam menggali keterangan," ujarnya.

Diberitakan, peristiwa hebat terjadi akibat pembongkaran bangunan SDN 17 Kuningan hingga menyebabkan dua korban mengalami luka serius.

Korban yang tertimpa bangunan itu diketahui bernama Nena Lusiana (51) dan Delia Nur Indah (19) yang merupakan Kelurahan Purwawinangun, Kuningan, Rabu (27/9/2023).

Nena (51) saat ditemui di rumahnya, menceritakan sebab kejadian hingga mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya.

Kedua korban yang tertimpa bangunan SDN 17 Kuningan
Kedua korban yang tertimpa bangunan SDN 17 Kuningan (Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

"Waktu makan mie ayam tadi, bongkaran bangunan menimpa kepala saya dan anak saya (Delia Nur Indah)," ungkap Nena kepada wartawan Tribun.

Dia mengungkap saat kejadian langsung mendapat perawatan medis hingga dilarikan ke Rumah Sakit Juanda.

"Tadi, kami naik angkot dan kebetulan sopir angkot itu anak teman saya. Pas di Rumah Sakit Juanda, saya dan anak saya diperiksa hingga menggunakan alat modern kaya CT scan gitu," ujarnya.

Menyinggnug soal luka serius , Nena mengaku rasa nyeri itu di bagian kepala, punggung dan lengan.

"Iya, kepala saya bocor hingga berdarah, tangan bengkak kena tembokan runtuh dan luka lecet pun banyak," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved