Selasa, 14 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

PT Pindad Targetkan 5 Ribu Unit Rantis Maung Pesanan Kemenhan Selesai Pada Tahun 2025

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memesan lima ribu unit kendaraan taktis (Rantis) Maung dari PT Pindad. 

Tribun Jabar/Syarif
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mendampingi Presiden Joko Widodo ke PT Pindad di Kota Bandung, Selasa (19/9/2023) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Nazmi Abdurahman. 


TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memesan lima ribu unit kendaraan taktis (Rantis) Maung dari PT Pindad


Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengatakan, rantis pesanan Menhan saat ini sedang dalam proses pengerjaan dan ditargetkan selesai dua tahun ke depan. 

Baca juga: Didampingi Bey Machmudin, Presiden Jokowi Sebut Perkembangan PT Pindad Luar Biasa


"Sudah banyak permintaan, tapi saat ini kita coba memenuhi dulu kontrak dari Kementerian Pertahanan. Lima ribu unit itu targetnya dua tahun," ujar Abraham, kemarin.
 
Menurutnya, produksi Rantis Maung ini diperkirakan dalam satu tahun dapat mencapai seribu lima ratus unit. 


Adapun kontrak dari Kemenhan diperkirakan akan mencapai sepuluh ribu unit. Namun untuk tahap pertama, kata dia, baru lima ribu unit. 

"Saat ini kita sudah dapat kontrak tahap pertama lima ribu unit, nanti akan sampai sepuluh ribu dan ini untuk para pati, kemudian para pamen, dan prajurit," katanya.


Saat ini, kata dia, Rantis Maung belum dapat dijual ke pihak swasta. Pihaknya pun belum dapat membocorkan berapa harga untuk satu unit rantis maung ini.


"Untuk harganya kompetitif lah, saya belum bisa bicarakan karena ini terkait kontrak kami dengan Kementerian Pertahanan. Kami belum jual ke swasta, tapi next kita akan masuk ke swasta," katanya.

Baca juga: Prabowo Subianto Sopiri Jokowi Naik Maung Saat Tinjau PT Pindad


Rantis Maung ini, kata dia, merupakan produk asli PT Pindad, hanya beberapa komponen saja yang masih bergantung dari luar negeri, salah satunya engine (mesin) dari perusahaan Korea.


"Kita harus membangun industri hulu, kita harus membangun pabrik engine di kita, karena sekarang ketergantungan kita mulai kendaraan tempur, ekskavator, kita masih membeli engine dari luar negeri," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved