Kebakaran

Kebakaran TPA Sarimukti Belum Padam, 25.000 Ton Sampah Masih Menumpuk di Bandung Raya

Puluhan ribu ton sampah di wilayah Bandung Raya masih menumpuk imbas kebakaran TPA Sarimukti yang belum padam

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi terkini di TPA Sarimukti yang kebakaran, kepulan asap putih masih terlihat muncul, Selasa (12/9/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT- Puluhan ribu ton sampah di wilayah Bandung Raya masih menumpuk imbas kebakaran TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak kunjung padam selama satu bulan.

Akibatnya, selama satu bulan sampah di Bandung Raya yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan KBB masih banyak yang belum terangkut dan menumpuk di setiap TPS yang ada empat wilayah itu.

Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin mengatakan, imbas kebakaran TPA Sarimukti ini menyebabkan terjadinya darurat sampah dan sejak 19 Agustus 2023 ada 56.000 ton sampah yang tidak terangkut di wilayah Bandung Raya.

Baca juga: Hari ke-25 Kebakaran TPA Sarimukti, Ini yang Dilakukan Tim Pemadam, Thermal Drone Pun Dikerahkan

"Saat lahan terbakar di Sarimukti, kita cari sana-sini (zona darurat), bisa terangkut 31.000 ton, sampai hari ini sampah di Bandung Raya tinggal 25.000 ton (tidak terangkut)," ujarnya saat ditemui di Cimahi, Selasa (19/9/2023).

Dengan kondisi tersebut, pihaknya telah meminta setiap kepala daerah di Bandung Raya mencari cara lain untuk menangani sampah yang belum terangkut tersebut di antaranya membuat program memilah sampah sejak dari rumah.

"Tadi juga saya meminta ke Pak Dikdik (Pj Wali Kota Cimahi) carilah cara lain penanganan sampah ini, jangan sampai menggunung, jangan sampai masyarakat kantong sampahnya tidak diangkut," kata Bey.

Selama ini sampah di Bandung Raya tidak terangkut karena imbas kebakaran TPA Sarimukti itu TPS-nya menjadi penuh, sehingga penanganan sampah tersebut harus dimulai dari hulu.

"Mulai dari pemisahan organik, kalau bisa dipisahkan 60 persen sampahnya itu. Saya lihat di Kota Bandung juga pas keliling-keliling banyak tumpukan juga, itu tidak baik," ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Prima Mayaningtyas mengatakan, untuk mengatasi penumpukan sampah tersebut pihaknya sudah melakukan upaya pengurangan sejak dari hulu.

"Pengurangan dari hulu sedang dilakukan dan dimapingkan, yang pertama dari sisi timbulan yang kedua sarana dan prasarananya yang dia punya (kabupaten/kota) itu berapa kapasitasnya, TPS3R, anorganiknya dan apapun yang dilakukan," kata Prima.

Baca juga: Teknik Jitu Damkar Kota Cirebon Jinakkan Api di TPA Kopi Luhur, Pakai Teknik Dukram

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved