Sabtu, 18 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Sekda Kota Cirebon Pertimbangkan Pasar Rakyat Muludan Kembali Digelar

Agus Mulyadi bakal mempertimbangkan kembali digelarnya pasar rakyat muludan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi bakal mempertimbangkan kembali digelarnya pasar rakyat muludan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.


Diketahui, sejak masa pandemi Covid-19, pasar rakyat muludan yang biasa digelar di alun-alun Kasepuhan itu tak digelar.


Selain karena tak boleh menggelar acara dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, revitalisasi alun-alun Kasepuhan juga menjadi pertimbangan lain.

Baca juga: Contoh Pidato Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pas Disampaikan di Masjid dan Sekolah


Namun kepada awak media, Agus akan mempertimbangkan untuk kembali diadakan pasar rakyat tersebut.


"Nanti kita koordinasikan dengan berbagai pihak (muludan)," ujar Agus, Sabtu (16/9/2023).


Menurutnya, muludan sendiri tak hanya sebagai pasar rakyat yang banyak didatangi masyarakat.


Namun lebih dari itu, muludan juga menjadi bagian kearifan lokal dengan magnet keraton.


"Karena menurut saya, muludan menjadi bagian dari kearifan lokal, kunjungan wisata juga."


"Oleh karena itu, nanti kita coba diskusikan bisa dialokasikan tapi tertib."


"Karena kan sebetulnya, muatan lokal dari muludan itu ada magnet yang ada di lokasi itu, dalam hal ini Keraton," ucapnya.

Baca juga: Kota Cirebon Bertekad Raih Predikat Kota Sehat 2023, Ini Kata Sekda


Untuk merealisasikan hal itu, Agus akan berkoordinasi dan meminta dinas terkait untuk melakukan pembahasan sehingga pasar rakyat kembali bisa digelar.


"Jadi, tetap magnet itu bisa, termasuk juga nanti pelal kan, nanti saya mungkin minta Pak Kadishub koordinasikan," jelas dia.


Sekadar informasi, sejak tahun 2020 lalu, masyarakat Cirebon dan sekitarnya belum lagi merasakan adanya pasar rakyat muludan yang biasa digelar di alun-alun Kasepuhan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.


Khusus tahun 2022 lalu, pasar rakyat muludan ditiadakan dikarenakan khawatir akan merusak alun-alun yang telah direvitalisasi dengan anggaran Rp 10,4 miliar.


Saat itu, kepastian bahwa pasar rakyat muludan di Alun-Alun Kasepuhan Cirebon dihilangkan, disampaikan langsung oleh pihak Pengelola Keraton Kasepuhan.


Pasar rakyat muludan sendiri bisa dinikmati dengan banyaknya hiruk pikuk para pedagang serta wahana permainan.


Macam permainan, seperti korsel, tong setan, ombak banyu, kora-kora, dan berbagai macam permainan lainnya mudah dijumpai di sana.

 

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved