Heboh Meteor Lintasi Bandung, Sumedang, Garut Hingga Yogya, Ekornya Terlihat Indah, Ini Kata Ahli

Masyarakat terkagum-kagum melihat benda asing yang terbakar ketika memasuki atmosfer Bumi.

Editor: taufik ismail
Istimewa
Warga di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang dihebohkan dengan fenomena benda asing melintas di langit, tadi malam, Kamis (14/9/2023). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Warga di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang dihebohkan dengan fenomena meteroit melintas di langit, tadi malam, Kamis (14/9/2023), sekitar pukul 23.00.

Kehebohan itu dibagikan di Facebook, berikut foto atas peristiwa itu. 

"Pemandangan yang indah di langit malam ini. Adakah yang mrlihatnya?" tulis akun @Mang Iday sambil mengunggah foto meteorit itu.

Dalam foto, meteorit itu seperti sebuah bola yang terbakar. Dengan laju yang cepat di udara, benda itu seperti berekor api.

Akun @Muhammad Jaenudin pada grup Facebook STAR (Seputar Tanjungsari Official) juga mrmbagikan pengalaman yang sama.

"Manawi nembe wargi STAR aya nu ninggal oge kitu keajaiban Alloh, nembe sekitar tabuh 23.00 an pas abdi isi bensin di SPBU simpang aya benda luar angkasa nu disebat METEORIT ngalangkung pas dipayunen pisan tepatna diluhureun pesantren AS-Syfa," tulisnya.

(Barangkali warga STAR ada yang melihat juga keajaiban Allah. Barusan, sekitar pukul 23.00, waktu saya isi bensin di SPBU Simpang, ada benda luar angkasa yang disebut meteorit. Lewat betul-betul di di atas Pesantren As-Syifa).

Jika merujuk unggahan Jaenudin itu, maka lokasi melintasnya meteorit ada dii sekitar kawasan Simpang, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Kata Ahli

Masyarakat Bandung, Garut, Sumedang, hingga Yogyakarta, dihebohkan oleh penampakan benda yang terbakar di langit, Kamis (14/9/2023) malam.

Beberapa di antaranya berhasil mengabadikan kejadian tersebut melalui video dan akhirnya viral di media sosial dengan tajuk meteor.

Staf Peneliti Observatorium Bosscha Bandung, Agus Triono P.J., mengatakan ia pun sudah melihat sejumlah video yang menampilkan sebuah benda yang terbakar di langit malam tersebut.

Agus mengatakan jika dilihat dari video-video tersebut, maka bisa dikatakan bahwa itu adalah benda dari angkasa yang terbakar di atmosfer bumi.

Agus mengatakan jika dilihat dari rangkaian video yang viral di media sosial ini, terlihat bahwa benda tersebut pecah menjadi bagian-bagian lebih kecil.

Juga menampilkan bahwa benda ini terbakar cukup lama di langit, menandakan bahwa benda ini bukanlah batu meteorit yang terbakar di atmosfer bumi seperti saat hujan meteor.

Ia menjelaskan bahwa dalam dunia astronomi, meteor sebenarnya adalah istilah yang menunjukkan sebuah peristiwa, yakni masuknya benda asing ke atmosfer bumi. Peristiwa itu ditandai dengan terbakarnya benda asing tersebut.

Benda asing yang dimaksud, katanya, bisa macam-macam.

Bisa berupa batuan dari luar angkasa yang biasanya disebut sebagai batu meteorit. Kedua, bisa juga berupa benda buatan manusia seperti satelit atau bagian roket yang tertarik kembali gravitasi bumi.

"Yang kemarin itu, kalau dilihat dari bentuk profilnya, peristiwanya di video, itu sepertinya dari sisa-sisa benda buatan manusia. Kalau tidak roket, ya satelit yang tidak terpakai. Yang saya lihat kemarin itu kan dia pecah dan cukup lama membaranya di langit," kata Agus melalui ponsel, Jumat (15/9/2023).

Agus menjelaskan, bagian roket atau satelit memiliki durasi terbakar relatif lebih lama daripada meteor yang berupa batuan.

Batuan dari angkasa, katanya, lebih cepat hancur di atmosfer. Kalau yang buatan, karena bahannya artificial atau buatan manusia, besinya lebih kuat menahan panas sehingga bisa menyala lebih lama di atmosfer bumi.

"Meteor tidak harus benda langit. Benda dari luar angkasa itu bisa macam-macam, bisa satelit yang kita letakkan di sana sengaja dijatuhin atau tidak sengaja terjatuh karena memang namanya sampah seperti kita menumpuk sampah, bisa longsor," katanya.

Ia mengatakan benda tersebut dilaporkan terlihat di Bandung, Garut, sampai Yogyakarta. Pada dasarnya, siapapun di kawasan yang dilalui benda ini dapat melihatnya asalkan kondisi langit sedang cerah.

"Kalau batuan dari luar angkasa yang jatuh ke bumi, memang zaman dulu dibuat menjadi keris, dibuat menjadi senjata senjata. Cuma jarang sekali karena ukurannya kecil-kecil yang masuk ke bumi. Sekalinya masuk gede banget, bisa seperti zaman dinosaurus dulu," katanya.

Baca juga: Benda yang Terbakar di Langit hingga Viral Diduga Bukan Batu Meteorit, Ini Kata Pengamat

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved