Senin, 27 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Super Blue Moon

Jam Berapa Super Blue Moon? Jangan Terlewat, Berikut Jadwalnya Beserta Cara Melihatnya

Berikut jadwal terjadinya Gerhana Matahari Hibrida beserta penjelasan asal usul dan dampaknya.

(SHUTTERSTOCK/Dari BraveryStory)
Ilustrasi blue moon atau bulan biru tertutup awan 

TRIBUNCIREBON.COM- Berikut jadwal terjadinya Gerhana Matahari Hibrida beserta penjelasan asal usul dan dampaknya.

Akhir bulan ini Agustus 2023, masyarakat bakal disuguhkan fenomena alam yaitu Super Blue Moon.

Fenomena alam Super Blue Moon atau Blue Supermoon atau bulan biru sangat sayang jika dilewatkan.

Dikutip dari laman Earth Sky, menyebutkan bahwa Super Blue Moon diperkirakan terjadi pada 30-31 Agustus 2023.

Fenomena Super Blue Moon di akhir bulan Agustus 2023 menjadi kedua kali setelah purnama pada 1 Agustus 2023.

Earth Sky mengabarkan bahwa untuk Indonesia, itu terjadi tepat pada akhir bulan atau hari Kamis, 31 Agustus 2023.

Bahkan, Organisasi Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui akun Instagramnya menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia dapat melihat Blue Moon pada pukul 20.35 WIB atau 21.35 WITA atau 22.35 WITA.

BRIN menjelaskan bahwa kita bisa melihat Super Blue Moon tanpa alat bantu dan diarahkan pandangannya ke arah bulan.

Baca juga: Super Blue Moon Terjadi Hari Ini dan Besok, Terbesar dan Terang Sepanjang 2023, Apa Dampak ke Bumi?

Terbesar dan Terang di Tahun 2023

Bagi yang belum mengetahui Super Blue Moon disebut sebagai fenomena Supermoon terbesar dan terang sepanjang 2023.

 
Kepala Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Emanuel Sungging akui, meski disebut sebagai Blue Moon, tetapi itu tidak ada hubungannya dengan cahaya Bulan yang akan berubah warna menjadi biru.


Hal tersebut lantaran Blue Moon adalah penamaan untuk Bulan Purnama yang diberikan oleh negara-negara Barat.

"Blue Moon itu Bulan Purnama, hanya saja penamaan itu sendiri kan tradisi dari Barat," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (28/8/2023).

"Kalau nama biru itu lebih sebuah perumpamaan. Fenomenanya sendiri memang sebagai purnama," katanya lagi.

Ia menyampaikan, Blue Moon adalah fenomena Bulan Purnama yang terjadi ketika jarak Bulan berada lebih dekat dengan Bumi.

Fenomena ini akan membuat Bulan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

Waktu puncak untuk menyaksikan Super Blue Moon

Ia menyampaikan, masyarakat dapat menyaksikan fenomena Blue Moon secara langsung dan bisa diamati sepanjang malam.

"Jadi (Blue Moon) bisa dilihat sepanjang malam mestinya. Kemudian untuk pengamatan bisa dilakukan seperti yang biasa dilakukan saat Bulan Purnama," tambah dia.

Sementara itu, staf peneliti Observatorium Bosscha, Bandung, Agus Triono PJ mengungkap, saat terjadi fenomena Super Blue Moon, ukuran Bulan akan tampak lebih besar sekitar tujuh persen, dibandingkan dengan Bulan Purnama biasanya.

Masyarakat sudah bisa menyaksikan fenomena tersebut mulai pukul 18.00-06.00 menurut waktu dari masing-masing daerah di Indonesia.

Misalnya, masyarakat yang berada di zona waktu WIB bisa menyaksikan blue Supermoon mulai pukul 18.16 WIB.

Lantas apa dampaknya?

Dampak Super Blue Moon

Agus mengungkap, fenomena Super Blue Moon akan menjadi pemandangan langka pada akhir Agustus 2023 yang dapat berdampak ke Bumi.

Dampak fenomena tersebut bisa menyebabkan pasang-surut air laut, serta membuat pemandangan lebih indah di malam hari apabila kondisi sedang cerah.

"Selebihnya sih tidak ada dampak khusus atau apa," ujar Agus, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (26/8/2023).

Cara melihat Super Blue Moon

Lebih lanjut Agus mengungkapkan, masyarakat dapat menyaksikan Blue Moon seperti halnya saat menyaksikan Bulan Purnama biasa dan bisa dilakukan secara langsung tanpa alat bantu.

Kendati demikian, untuk bisa menyaksikan dengan maksimal, ia menyarankan untuk melihatnya di lokasi yang gelap dan menggunakan alat bantu.

Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan kamera, binokular, atau teleskop kecil apabila ingin melihat detail kawah-kawah di permukaan Bulan.

"Sebaiknya gelap, meskipun pada dasarnya purnama bisa dilihat dari daerah mana pun asalkan cerah pada saat itu," tandas Agus.

Definisi Bulan Biru

Andi Pangerang, Peneliti Pusat Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akui secara umum dua definisi Bulan Biru.

Ada dua pengertian yang berbeda, yakni pertama adalah Bulan Biru Musiman (Seasonal Blue Moon). 

Maksudnya ialah Bulan Purnama ketiga dari salah satu musim astronomis yang di dalamnya terjadi empat kali Bulan Purnama.

Kedua, Bulan Biru bulanan (Monthly Blue Moon), yakni Bulan Purnama kedua dari salah satu bulan di dalam kalender Masehi yang di dalamnya terjadi dua kali Bulan Purnama.

Asal Usul Bulan Biru Musiman

Bulan Biru Musiman diartikan sebagai Bulan Purnama ketiga yang terjadi dalam sebuah musim astronomis yang mengalami empat kali Bulan Purnama.

Blue Moon atau Bulan Biru. Dalam artikel mengulas tentang fenomena Blue Moon atau Bulan Biru yang akan terjadi malam ini, Minggu (22/8/2021). 
 

Hal itu, dapat ditelusuri dari penggunaan Almanak Petani Maine yang saat ini sudah tidak dipakai lagi.

Menurut almanak ini, kemunculan purnama ke-13 dalam satu tahun dapat mengacaukan Peringatan Hari Besar Kristen (diantaranya Prapaskah dan Paskah).

Yakni dengan menggunakan Bulan Purnama untuk penentuannya.

Angka 13 dianggap sebagai angka sial dan kesulitan perhitungan terjadinya Bulan Purnama menyebabkan Bulan Purnama tambahan ini kemudian dinamakan sebagai “Bulan Biru”.

Selanjutnya, dalam bulan Prapaskah (Month of Lent), terjadi Bulan Purnama Prapaskah (Lenten Full Moon) yang merupakan Bulan Purnama terakhir di musim dingin (belahan utara).

Sebulan setelahnya, Bulan Purnama Paskah (Easter Full Moon atau Paschal Full Moon) yang adalah Bulan Purnama pertama di musim semi (belahan utara).

Bulan Purnama ketiga yang dinamai sebagai Bulan Biru dapat memastikan jatuhnya Prapaskah dan Paskah sudah sesuai dengan fase Bulan yang tepat.

Sehingga peringatan hari besar lainnya  juga akan jatuh di waktu yang tepat.

(Bangkapos.com/Vigestha Repit Dwi Yarda/Tribunnews.com/Suci Bangun Dwi Setyaningsih)

 

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Jangan Ketinggalan! Fenomena Super Blue Moon Bisa Disaksikan Malam Ini Pukul 20.35 WIB, https://wartakota.tribunnews.com/2023/08/30/jangan-ketinggalan-fenomena-super-blue-moon-bisa-disaksikan-malam-ini-pukul-2035-wib?page=all.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved