Sabtu, 11 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Monumen Lingga Dinaiki Penonton Karnaval, Kerajaan Sumedang Larang Meradang

Monumen Lingga yang dibangun pada tahun 1921 sebagai upaya untuk mengenang jasa-jasa Pangeran Aria Soeria Atmadja diinjak-injak pengunjung karnaval

Istimewa/Warga
Sejumlah penonton karnaval yang digelar stasiun televisi swasta di Alun-alun Sumedang nekat menaiki Monumen Lingga, Sabtu (10/6/2023) 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang


TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Monumen Lingga yang dibangun pada tahun 1921 sebagai upaya untuk mengenang jasa-jasa Pangeran Aria Soeria Atmadja diinjak-injak pengunjung karnaval yang digelar pada Sabtu-Minggu (10-11/6/2023). 


Hal ini disayangkan Kerajaan Karaton Sumedang Larang. Hal demikian, semestinya tidak terjadi jiga penjagaan begitu detail hingga kepada penjagaan cagar budaya. 

Baca juga: VIRAL, Bocah 4 Tahun Tertimpa Timbangan Besi Gantung di Posyandu, Tuntut Perhatian Pihak Terkait


"Karaton Sumedang Larang memang prihatin dan ini harus jadi momentum ke depan untuk perbaikan bersama," 


"Bagaimanapun, Alun-alun dengan monumen Lingga di area tersebut adalah tanggung jawab bersama, ke depan harus ada solusi terbaik, antisipatif," kata Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Raden Lucky Johari Soemawilaga, kepada TribunJabar.id, Rabu (14/6/2023). 


Beredar di media sosial foto-foto yang menggambarkan Monumen Lingga dinaiki pengunjung yang rata-rata adalah anak-anak. Mereka naik ke area Lingga hingga duduk di atasnya. 

Sejumlah penonton karnaval yang digelar stasiun televisi swasta di Alun-alun Sumedang nekat menaiki Monumen Lingga, Sabtu (10/6/2023)
Sejumlah penonton karnaval yang digelar stasiun televisi swasta di Alun-alun Sumedang nekat menaiki Monumen Lingga, Sabtu (10/6/2023) (Istimewa/Warga)


Menurut Lucky, hal itu terjadi pada hari Sabtu atau hari pertama karnaval dilaksanakan.

Malam hari, ada rapat terbatas menyikapi hal tersebut yang membuat Karaton Sumedang Larang menyampaikan intervensi kepada panitia karnaval agar menyediakan pembatas ke area Lingga. 

Baca juga: 5 Korban Pingsan saat Nonton Karnaval di Alun-alun Sumedang yang Dirawat di RSUD Sudah Pulang 


"Maka pada hari kedua dipasanglah pagar. Hari kedua ini relatif lebih aman. Yang kami sayangkan juga, ketika Lingga dinaiki, kok seperti tidak ada yang mengawasi, padahal ketika itu banyak pelaku budaya yang mengerti sejarah Lingga ada di sekitar area karnaval," katanya. 


Lucky mengatakan, pihaknya pada jauh-jauh hari telah menawarkan kepada panitia agar urusan cagar budaya, pengamanannya diserahkan kepada tim pengamanan budaya Karaton Sumedang Larang


Namun, hal itu ditolak karena panitia mengklaim sudah bisa mengatasi soal pengamanan tersebut. 


"Sebelum hari H memang kami tak bisa ikut campur lebih jauh, kami menawarkan PAM Budaya kami, ditolak dengan alasan sudah bisa handle," kata Lucky.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved