Selasa, 12 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kecelakaan Mobil Bupati Kuningan

Fakta Kecelakaan Maut yang Libatkan Mobil Bupati Kuningan: 2 Tewas, H Acep Minta Maaf

Berikut ini fakta-fakta kecelakaan maut yang melibatkan mobil dinas Bupati Kuningan, H Acep Purnama hingga menelan korban jiwa.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Wajah Bupati Kuningan H Acep Purnama yang terlihat pucat setelah mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan maut di Sindang Agung, Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIRENON.COM,KUNINGAN - Berikut ini fakta-fakta kecelakaan maut yang melibatkan mobil dinas Bupati Kuningan, H Acep Purnama hingga menelan korban jiwa.

Diketahui, kecelakaan maut itu melibatkan kendaraan dinas Bupati Kuningan yang mendapat pengawalan dari petugas kepolisian.

Berdasarkan data terhimpun di lokasi kejadian kecelakaan maut, korban meninggal dunia merupakan pasangan suami istri, warga Desa Mekarmukti, Kecamatan Sindangagung, Kuningan.

Heri (37) warga di lokasi kejadian kecelakaan maut, mengungkap, sebelum kecelakaan maut berlangsung, tiga mobil rombongan bupati itu melaju dari arah timur.

Disamping itu, jarak tempuh mobil Bupati Kuningan dengan mobil patwal itu cukup jauh atau sekitar 10 meter.

"Dalam kamera CCTV, mobil patwal itu jauh lebih dulu berada di di depan, kemudian sekitar 10 meteran, mobil Bupati yang berhasil menyalip mobil truk itu menabrak hingga korban meninggal dunia seketika," ungkap Heri kepada wartawan, Senin (3/4/2023).

Baca juga: Detik-detik Mobil Bupati Kuningan Kecelakaan, Pejabat Pemkab ke TKP Cek Kondisi H Acep

Tabrak motor hinggan bengkel las

Sebelum terjadi tabrakan maut, mobil Bupati Kuningan ini sempat menabrak motor yang terparkir di depan toko Faiz Collection.

"Jadi, mobil Bupati itu nyalip hingga keluar bahu jalan dan menabrak motor terparkir. Kemudian, tabrakan juga diteruskan pada motor pasangan suami istri dan bangun bengkel las," katanya.

Terpisah, Adun (67), warga Desa Sindangagung, yang juga sebagai tukang las menjadi jadi saksi keterangan petugas kepolisian.

Hal itu menyusul dengan lokasi bengkel las miliknya rusak usai ditabrak mobil dinas Bupati dalam kecelakaan maut.

"Iya, saat kejadian ada di situ seperti kiamat saja. Terus, kalau saya gak masuk ke bengkel mungkin saya sudah tiada," ungkap Adun saat wawancara langsung di kediamannya di desa setempat, Senin (3/4/2023).

Baca juga: Mobil Dinas Bupati Kuningan Terlibat Kecelakaan Maut Tewaskan Warga, Acep Purnama Angkat Bicara

Lokasi kecelakaan maut yang melibatkan mobil dinas Bupati Kuningan H Acep Purnama.
Lokasi kecelakaan maut yang melibatkan mobil dinas Bupati Kuningan H Acep Purnama. (Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

Melihat kejadian kecelakaan maut, Adun sempat shok dan tidak berani keluar bengkel. Terlebih mobil dinas bupati itu berada persis depan bengkel las miliknya.

"Iya, setelah kejadian tabrakan. Mobil pak bupati ada di depan bengkel saya," katanya.

Lebih jelas, Adun mengungkap, sebelumnya kejadian kecelakaan maut hingga bangunan bengkel las miliknya rusak.

"Saya sudah ngelas sepeda modifikasian. Nah, waktu itu orang yang ngelas sepeda sempat ngobrol. Tidak lama waktu tadi, saya masuk kedalam untuk ngambil behel (besi), sekitar 3 langkah dari titik kejadian. Itu keluar suara gemuruh dan terlihat sudah ada korban tergeletak," ujarnya.

Adun yang masih menjalankan ibadah puasa, mengaku gemetar melihat kondisi korban kecelakaan maut. Apalagi ada darah dari korban yang tercecer di lokasi hingga mengena mesin gerinda.

"Dari kejadian itu, darah dimana - dimana. Kemudian, mesin gerinda saya juga tertutup darah," ujarnya.

Dari kejadian Kecelakaan maut, Adun mengaku mengalami kerugian. Hal itu disebabkan oleh rusaknya bangunan bengkel las dan alat - alat las hingga mesin gerinda tersiram darah.

"Dengan kejadian kecelakaan maut, saya jelas rugi. Tinggal hitung saja berapa? Seperti bangunan bengkel rusak dan alat las serta mesin kerja yang biasa digunakan rusak juga," katanya.

Baca juga: Soal Kecelakaan Maut Mobil Dinas Bupati Kuningan, Anggota DPRD Ini Saksikan Laju Kendaraannya Ngebut

Permintaan Bupati Kuningan

Berita sebelumnya, setelah melakukan pengurusan terhadap pasangan suami istri yang meninggal usai di tabrak mobil Bupati Kuningan, sosok orang nomor satu di Kuningan ini mendatangi Mapolres Kuningan

"Sebelumnya saya mohon maaf dengan peristiwa kejadian kecelakaan maut siang sekitar jam 2," kata Acep saat memberikan keterangan kepada awak media di Mapolres tadi, Senin (3/4/2023) malam.

Kejadian kecelakaan maut, Acep mengaku sangat berduka dan turut menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban sedalam-dalamnya.

"Atas kejadian kecelakaan siang tadi, kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kuningan, terutama kepada keluarga korban. Kami sampaikan turut berdukacita sedalam - dalamnya," kata H Acep Purnama seraya mengklaim usai melakukan takjiah ke rumah duka tadi.

Saat berada di rumah duka, Acep mengaku diterima oleh kedua orang tua korban. Kemudian, sebagai bentuk tanggungjawab dan atas musibah kematian dari peristiwa kecelakaan maut.

"Kami akan menanggung semua kebutuhan anak - anak almarhum dan almarhumah. Ada tiga anak dari pasangan suami-istri meninggal tadi. Mereka ada lagi belajar di SMA, SMP dan ada anak kecil yang masih PAUD," katanya.

Bupati Kuningan, H Acep Purnama takjiah ke rumah duka korban kecelakaan mautt
Bupati Kuningan, H Acep Purnama takjiah ke rumah duka korban kecelakaan maut

Pemenuhan kebutuhan anak korban kecelakaan maut, Acep mengklaim ini tidak ada batasnya. "Kami bantu mereka hingga apapun yang mereka inginkan," katanya.

Menyinggug soal kehadiran Bupati Kuningan di Mapolres, Acep mengaku bahwa kehadirannya untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kecelakaan maut.

"Iya, kami datang untuk memenuhi kebutuhan kepolisian atas kejadian kecelakaan tadi siang," katanya.

Kemudian muncul penahanan terhadap sopir maut, Acep mengklaim bahwa semua telah diatur dan ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

"Untuk urusan sopir, saya bareng Uus itu bukan saat ini. Sudah 20 tahun bareng, namun untuk kebutuhan dalam menggali keterangan, itu kami serahkan secara aturan dan peraturan berlaku," katanya.

Sopir maut mobil dinas Bupati Kuningan H Acep Purnama, yang diketahui bernama Uus Kusmana (47) kini telah diamankan petugas kepolisian.

"Untuk sopir kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini, sang sopir sudah diamankan," kata Kasat Polantas Kuningan AKP Vino Lestari, Senin (3/4/2023).

Kronologi kecelakaan maut

Mengenai kejadian kecelakaan maut, AKP Vino Lestari mengatakan, semula Kendaraan Toyota Hilux Nopol E-8888-Y melaju dari arah Pagundan atau arah Timur menuju arah Kertawangunan atau arah Barat.

"Setibanya di TKP itu terjadi hilang kendali ke bahu jalan kanan berada di sebelah Utara, sehingga menabrak sepeda motor Honda Kharisma Modifikasi yang sedang terparkir selanjutnya menabrak sepeda motor honda Supra X Nopol E-2741-YG yang melaju dari arah berlawanan selanjutnya menabrak 3 unit sepeda motor yang terparkir di bahu jalan kanan sebelah Utara,". ungkapnya.

Akibat dari kejadian kecelakaan tersebut, AKP Vino Lestari mengatakan, korban terdiri dari pengemudi dan penumpang sepeda motor meninggal dunia dan mengalami luka.

"Selanjutnya korban tersebut dibawa ke RSUD 45 Kuningan selain itu kendaraan yang terlibat kecelakaan, mengalami kerusakan. Kerugian dari kecelakaan itu sebabkan sekitar Rp 10 juta," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Sindang Agung, Kuningan itu berlangsung pukul 13.30 WIB. Demikian keterangan diterima dari petugas kepolisian.

"Mobil Bupati yang terlibat kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa, itu kendaraan jenis Toyota Hilux Nopol E-8888-Y," ungkap AKP Vino Lestari saat memberikan keterangan kepada TribunCirebon.com, Senin (3/4/2023).

Adapun kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan maut itu di antaranya Sepeda motor Honda Kharisma modifikasi tanpa nomor kendaraan bermotor.

"Motor yang terlibat kecelakaan maut, itu sedang terparkir kemudian mengalami kecelakaan kembali dengan Sepeda motor Honda Supra X Nopol E 2741 YG yang sedang melaju dari arah berlawanan selanjutnya Sepeda motor Yamaha Mio GT Nopol E 2298 ZU, Sepeda motor Honda Supra 125 Nopol E 6163 YN, dan Sepeda motor antik/bermesin yang terparkir di bahu jalan kanan atau sebelah utara," ujarnya.

Wajah Bupati Kuningan H Acep Purnama yang terlihat pucat setelah mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan maut di Sindang Agung, Kuningan.
Wajah Bupati Kuningan H Acep Purnama yang terlihat pucat setelah mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan maut di Sindang Agung, Kuningan. (Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

Mengenai identitas korban yang berada di lokasi kejadian, itu antara lain. Pengemudi Kendaraan Toyota Hilux Nopol E-8888-Y diketahui bernama Uus Kusmana (47), yang juga warga Dusun Oleced RT 001 RW 001 Desa Manggarai, Kecamatan Lebakwangi.

"Kondisi sopir tidak mengalami luka ringan atau luka berat," katanya.

Sedang untuk penumpang kendaraan Toyota Hilux itu ada Taufik Hidayat (38) yang kebetulan sebagai ajudan Bupati Kuningan. Kemudian, penumpang lainnya itu H Acep Purnama yang juga Bupati Kuningan.

Baca juga: Nasib Sopir Mobil Dinas Bupati Kuningan yang Terlibat Kecelakaan Maut, Ini Kata Polisi

"Ajudan dan Pak Bupati tidak mengalami luka apapun," katanya.

Adapun korban yang diketahui sebagai pengemudi sepeda motor Honda Kharisma Modifikasi Nopol TNKB tidak terpasang.

Adalah Udin Sarnudin (42) warga Dusun Manis RT 001 RW 002 Desa Gresik, Kecamatan Ciawigebang tidak mengalami luka.

"Namun untuk korban meninggal dunia, itu identitasnya Jamaludin (39) yang dikenal sebagai pedagang dan warga alamat Dusun Puhun RT. 005 Rw. 002 Desa Mekarmukti, Kecamatan Sindangagung. Kemudian korban meninggal dunia lainnya itu, Ilah Kustilah (39). Korban meninggal dunia merupakan pasangan suami-isteri," katanya.

Tidak hanya itu, AKP Vino menyebut korban lain diketahui bernama Ali Sali (42), warga Dusun Pahing Rt. 015 Rw. 004 Desa Padarek Kecamatan / Kabupaten Kuningan tidak mengalami luka.

Untuk identitas korban alami luka berat yaitu bernama Endra Wijaya (43), warga alamat Dusun Manis Perumahan GKP Desa / Kecamatan Sindangagung.

"Korban pemilik motor antik itu mengalami luka di bagian kepala, patah tulang di kaki kanan kemudian dibawa ke rumah sakit 45 Kuningan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved