Ramadan
Ngabuburit Ekstrem di Jalan Rel Kereta Api Stasiun Plered, 6 KA Melintas dengan Kecepatan Tinggi
Fenomena ngabuburit sepanjang bulan Ramadhan tak pernah terlewatkan bagi kebanyakan masyarakat untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Fenomena ngabuburit sepanjang bulan Ramadhan tak pernah terlewatkan bagi kebanyakan masyarakat untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Pemandangan berbeda dari ngabuburit biasanya terjadi di Stasiun Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Pasalnya, banyak masyarakat yang melakukan ngabuburit dengan duduk-duduk di rel kereta api yang masih aktif tersebut.
Berdasarkan pantauan Tribunjabar.id pada Kamis (30/3/2023) sekitar pukul 16.00 WIB, terlihat sejumlah orang dari golongan dewasa hingga anak-anak, baik pria dan perempuan berkumpul di perlintasan kereta api Stasiun Plered yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Baca juga: Jadwal Azan Magrib dan Imsakiyah di Indramayu Ramadan 2023, Info Kemenag
Ramainya masyarakat yang habiskan waktu di perlintasan kereta api itu tak lepas dari pasar dadakan yang menjual berbagai takjil di sekitar Stasiun Plered.
Berdasarkan pantauan Trinunjabar.id, aneka takjil dijajakan para pedagang, antara lain adalah gorengan, kolak, minuman, martabak telor mini, burger, mi ayam, sate hingga sempol.
Fajar Nugaraha (28), warga Plered, mengaku sengaja datang bersama istri dan anaknya untuk ngabuburit.
"Main sambil ngabuburit juga ke sini, karena ada tempat main anaknya juga sama ada tempat jajan. Lagian juga sudah tiap tahun sudah terbiasa ngabuburit di perlintasan kereta api seperti ini," ucap Fajar saat ditemui Tribunjabar.id di lokasi, Kamis (30/3/2023).
Dirinya mengaku tidak khawatir bila ada kereta api yang melintas. Pasalnya, sudah ada petugas yang memberi tahu jauh sebelum kereta api melintas.
"Iya sudah ada petugas yang ngasih tau, jadi tinggal kepinggir atau menjauh dari perlintasan saja," ucapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Nana (44). Ia memilih ngabuburit bersama keluarganya karena dianggap menyenangkan bisa melihat kereta api melintas.
"Iya beda aja kalau ngabuburit disini, bisa ngelihat kereta api. Terus juga disini ada pasar dadak yang jualan banyak takjil," ucapnya.
Sementara itu, Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Plered, Febri Kristo mengatakan bahwa hal tersebut memang sebenarnya tidak boleh dilakukan dan membahayakan.
Namun, karena animo masyarakat yang tinggi, ngabuburit di perlintasan kereta api tak bisa dihindarkan. Ia menyebutkan, bersama petugas keamanan stasiun dan pihak kepolisian selalu menghimbau bila ada kereta api yang akan melintas.
"Iya semenjak tugas di Stasiun Plered sudah dua tahun lamanya, pemandangan ngabuburit di perlintasan kereta api tak bisa dihindarkan. Tapi tentunya kami tetap waspada untuk memberitahukan masyarakat bila ada kereta api yang melintas," katanya.
Dirinya menyebutkan, pada waktu ngabuburit yakni dari pukul 15.00 hinggal 18.00 WIB, setidaknya ada 6 kereta yang melintas.
"Ada 6 kereta yang melintas saat waktu ngabuburit, dan itu kereta jarak jauh tanpa berhenti di stasiun sehingga melintas dengan kecepatan tinggi," ucapnya.
Menjelang waktu berbuka, terlihat masyarakat yang tadinya duduk-duduk hingga ada yang bermain kembang api dan layangan mulai membubarkan diri.
Stasiun Plered pun kembali steril saat memasuki malam hari dan hanya terlihat masyarakat yang hendak naik kereta api lokal Garut Cibatuan tujuan Purwakarta - Garut atau sebaliknya.(*)
Baca juga: Serunya Ngabuburit Sambil Beri Makan Monyet di Situs Keramat Plangon Cirebon
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/ngabuburit-di-rel-kereta-api-Stasiun-Plered-Purwakarta-3032023.jpg)