Penyakit Lato Lato di Cirebon
Breaking News: 83 Ekor Sapi di Kabupaten Cirebon Positif Terpapar Penyakit Lato-lato
Puluhan hewan ternak di Kabupaten Cirebon positif terpapar Lumpy Skin Disease (LSD) atau biasa disebut peternak sebagai penyakit lato-lato.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Puluhan hewan ternak di Kabupaten Cirebon positif terpapar Lumpy Skin Disease (LSD) atau biasa disebut peternak sebagai penyakit lato-lato.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, mengatakan, jumlah ternak yang dinyatakan positif terpapar lato-lato mencapai 83 ekor.
"Dari data kami terdapat 83 ekor sapi di Kabupaten Cirebon yang terjangkit LSD," ujar Alex Suheriyawan saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Sabtu (11/3/2023).
Ia mengatakan, penyakit lato-lato mulai menjangkit hewan ternak di Kabupaten Cirebon sejak akhir 2022 dan hingga kini masih mengancam.
Baca juga: Daging Sapi yang Terpapar Penyakit Lato-Lato Jangan Dikonsumsi, Ini Kata Petugas Keswan
Pihaknya berharap, penyebaran penyakit lato-lato tersebut tidak meluas dan ternak yang telah terpapar dapat dinyatakan sembuh secepatnya.
Sementara Sekretaris Distan Kabupaten Cirebon, Encus Suswaningsih, menyampaikan, LSD merupakan penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV).
Virus itu bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae yang biasanya menyerang hewan ternak seperti sapi dan kerbau.
Pihaknya menyebut, penyakit LSD pada hewan ternak pertama kali dilaporkan di Zambia, Afrika, pada 1929, kemudian menyebar ke benua Afrika, Eropa, hingga Asia.
Baca juga: Sapi di Kuningan Terancam Terjangkit Penyakit Lato-lato, Pemkab Segera Lakukan Hal Ini
Selain itu, penyakit lato-lato juga biasanya menular secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit, khususnya yang terkena infeksi.
Bahkan, virus LSD juga turut diekskresikan melalui darah, leleran hidung maupun mata, air liur, hingga susu hewan ternak yang terpapar.
"Penularan penyakit LSD pada sapi atau kerbau juga dapat terjadi secara intrauterine," ujar Encus Suswaningsih.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.