Selasa, 19 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Tambang Batu Bara Setinggi 183 Meter Longsor di China, 5 Pekerja Tewas dan 40 Masih Tertimbun

Sebanyak lima pekerja tewas dan 40 lainnya masih hilang akibat tambang batu bara setinggi 600 kaki atau 183 meter longsor di China utara.

Tayang:
Penulis: dedy herdiana | Editor: dedy herdiana
Screenshot: CGTN/Handout (qz.com/Reuters)
Tambang batu bara longsor di China 

TRIBUNCIREBON.COM - Sebanyak lima pekerja tewas dan 40 lainnya masih hilang akibat tambang batu bara setinggi 600 kaki atau 183 meter longsor di China utara.

Kejadian tragis itu tepatnya terjadi di provinsi Mongolia Dalam, wilayah penghasil batu bara terbesar, pada pada Kamis 23 Februari 2023.

Media pemerintah China melaporkan, ratusan anggota tim penyelamat, bersama dengan anjing-anjing terlatih, masih terus berjuang melawan kondisi cuaca dingin yang hampir beku dalam melakukan pencarian pekerja yang masih tertimbun.

Baca juga: Video Detik-detik Gempa Guncang Turki Lagi Senin Malam, Kembali Ada Gedung yang Roboh

Mereka berusaha menggali tambang terbuka tadi malam, tetapi operasi harus dihentikan setelah tanah longsor kedua terjadi di dekat lokasi.

Lokasi tambang itu berada di luar kota Liga Alxa, hingga kabar ini diberitakan masih tetap tertutup tumpukan puing dengan lebar lebih dari seperempat mil dan tinggi 250 kaki.

"Saya baru saja mulai bekerja pada pukul 1:15 siang ketika saya menyadari ada bebatuan yang jatuh dari gunung," kata seorang pekerja yang dirawat di rumah sakit kepada media pemerintah China, seperti dilansir dari qz.com, yang mengutip Reuters.

“Saya melihat situasinya semakin serius, dan evakuasi telah diatur, tetapi sudah terlambat, gunung baru saja runtuh," katanya lagi.

Tambang ini dioperasikan oleh Perusahaan Industri Batubara Xinjing Mongolia Dalam, yang telah didenda karena berbagai pelanggaran keselamatan pada tahun lalu. Perusahaan belum merilis pernyataan tentang kecelakaan itu.

Pemerintah China telah menjadikan peningkatan produksi batu bara sebagai prioritas dalam beberapa tahun terakhir, dengan mengandalkan batu bara untuk 60 persen dari konsumsi energinya. Tahun lalu, China memproduksi sekitar 5 miliar ton batu bara, mencetak rekor produksi tahunan.

Pemimpin China Xi Jinping mengomentari kecelakaan itu, bersumpah untuk melakukan segala upaya yang mungkin untuk menyelamatkan orang hilang dan merawat yang terluka. Li Kequiang, perdana menteri Tiongkok, menyerukan penyelidikan segera atas penyebab kecelakaan itu.

Baca juga: Longsor Terjadi di Nanggewer Majalengka, Tebing 4 Meter Ambrol Jebol Rumah Warga

Aturan tambang batu bara di China

Tahun lalu, pemerintah China melarang perusahaan membangun tambang baru yang menghasilkan kurang dari 1,2 juta ton batu bara per tahun di Shanxi, Mongolia Dalam, dan Shaanxi.

Aturan tersebut dikeluarkan sebagai upaya mengurangi polusi dan mengurangi kecelakaan pertambangan, di ketiga wilayah tersebut yang merupakan penghasil batu bara terbesar.

Pemerintah juga berjanji untuk memangkas kematian di sektor pertambangan sebesar 10% sebelum tahun 2025.

Sejalan dengan kebijakan ini, pemerintah telah menutup lebih dari 5.000 tambang keluaran kecil sejak 2016, mendukung investasi besar, operasi berteknologi tinggi yang dapat dipantau secara ketat oleh regulator.

Tambang yang menjadi pusat kecelakaan minggu ini di Mongolia Dalam menghasilkan sekitar 900.000 ton per tahun, yang berarti bahwa tambang sebesar itu tidak akan dapat dibangun hari ini. (*)

 

Baca berita Tribuncirebon.com lainnya di GoogleNews

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved