Buntut Dapur Roboh, 5 Rumah di Leuwikujang Majalengka Terancam Ambruk Akibat Longsor
Sebanyak lima rumah yang berada di bibir tebing di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka terancam ambruk.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Sebanyak lima rumah yang berada di bibir tebing di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka terancam ambruk.
Hal itu setelah satu dapur rumah milik salah satu warga desa tersebut, Komar (63) ambruk usai Tembok Penahan Tebing (TPT) yang berada di bawahnya roboh.
Baca juga: Mendengar Suara Gemuruh saat Hujan Deras, Warga Majalengka Ini Langsung Keluar Rumah Selamatkan Diri
Adapun peristiwa ambruknya dapur terjadi pada Selasa (24/1/2023) sore saat hujan deras mengguyur desa tersebut.
Camat Leuwimunding, Aay Kandar Nurdiansyah mengatakan, di Desa Leuwikujang sendiri merupakan daerah yang padat penduduk.
Yang mana di antaranya berada di bibir tebing yang rawan longsor.
"Di sini memang pemukiman padat dan terletak di pinggir tebing, sehingga kemungkinan terjadinya tanah longsor yang mengakibatkan rumah warga roboh itu tetap besar," ujar Aay saat meninjau langsung rumah warga yang mengalami bencana di Desa Leuwikujang, Rabu (25/1/2023).
Bukan tanpa alasan, kontur tanah di bibir tebing memang memiliki kontur yang labil.
Sehingga, ancaman untuk tanah longsor sangat memungkinkan terjadi.
"Apalagi Kecamatan Leuwimunding ini salah satu kawasan rawan bencana mengingat kontur tanah di sini bertebing-tebing, sehingga ancaman untuk tanah longsor tetap ada," ucapnya.
Baca juga: Detik-detik Menegangkan Warga Majalengka Selamatkan Diri Saat Dapurnya Ambruk, Cucunya Terjebak
Aay pun menyebut, sedikitnya ada lima rumah lainnya di titik terjadinya bencana longsor di Desa Leuwikujang yang terancam ambruk.
Sebab, selain kontur tanah yang labil, TPT di titik tersebut sudah lapuk termakan usia.
"Kalau di bibir tebing ini ada 5 rumah warga lainnya yang kondisinya sama rawan terhadap longsor, karena TPT di sini juga usianya sudah lama sehingga tingkat kerapuhannya sangat tinggi," jelas dia.
Sementara, terkait peristiwa yang dialami Komar, Pemerintah Kecamatan berencana merelokasi ke tempat yang lebih aman.
Hal itu semata-mata mencegah kembalinya terjadi peristiwa longsor yang merenggut korban jiwa.
"Kebetulan (rumah Komar) terletak di bibir tebing, sehingga sebagian rumah itu tergerus air hujan dan hari ini kami berinisiatif bergotong royong mengevakuasi barang berharga yang masih bisa diselamatkan ke tempat yang lebih aman."
"Kami juga merencanakan merelokasi rumah Komar ke tempat yang lebih aman," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/dapur-ambruk-majalengka.jpg)