Breaking News:

Sapa Warga Cirebon, Para Pemain Film Balada Si Roy Beri Pesan Ini ke Generasi Muda

Sejumlah pemain film Balada Si Roy, di antaranya, Abidzar Al Ghifari, Jourdy Pranata, dan Omara Esteghlal, menyapa warga Cirebon, Minggu (22/1/2023).

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Para pemain film Balada Si Roy (dari kiri ke kanan) Omara Esteghlal, Abidzar Al Ghifari, dan Jourdy Pranata, saat ditemui usai menyapa warga Cirebon di CSB Mall, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Minggu (22/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sejumlah pemain film Balada Si Roy, di antaranya, Abidzar Al Ghifari, Jourdy Pranata, dan Omara Esteghlal, menyapa warga Cirebon, Minggu (22/1/2023).


Ketiganya tampak menemui para penonton yang memadati salah satu studio bioskop di CSB Mall, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.


Dalam kesempatan itu, Abidzar Al Ghifari, menyampaikan terdapat banyak pesan dalam film Balada Si Roy yang diadaptasi dari novel karya Gol A Gong dan tayang di bioskop sejak 19 Januari 2023 itu.


Misalnya, menurut dia, lebih bijak dalam menghadapi suatu masalah, karena tidak semuanya dapat diselesaikan menggunakan otot, dan romantisme tak melulu soal nafsu.


"Film ini, kami ingin menyampaikan pesan, khususnya bagi generasi muda, tentang kepercayaan diri, tidak takut salah, dan tidak takut kalah," kata Abidzar Al Ghifari.

Para pemain film Balada Si Roy (dari kiri ke kanan) Omara Esteghlal, Abidzar Al Ghifari, dan Jourdy Pranata, saat ditemui usai menyapa warga Cirebon di CSB Mall, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Minggu (22/1/2023).
Para pemain film Balada Si Roy (dari kiri ke kanan) Omara Esteghlal, Abidzar Al Ghifari, dan Jourdy Pranata, saat ditemui usai menyapa warga Cirebon di CSB Mall, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Minggu (22/1/2023). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)


Ia pun mengajak masyarakat, terutama untuk kaum muda untuk menonton film tersebut, karena terdapat pelajaran tentang menghadapi berbagai tantangan yang muncul.


"Film ini bisa menjadi salah satu sarana bagi kalangan pemuda untuk menjadi pribadi yang lebih baik sebagai resolusi di tahun baru," ujar Abidzar Al Ghifari.


Menurut dia, film Balada Si Roy juga menceritakan tentang kisah dan petualangan Roy yang meliputi berbagai aspek kehidupan yang cukup kompleks.


Dari mulai pencarian jati diri, persahabatan, dan cinta yang mengusing latar wajah masyarakat Indonesia di pada era 1980-an.


Namun, kisah cinta remaja yang disajikan juga cenderung lebih dalam, dan dibumbui konflik yang kuat, baik personal, keluarga, maupum konflik yang berlatar pada kondisi sosial di masa tersebut.


"Film ini genrenya bermacam-macam, tidak hanya remaja, tetapi kondisi politik, hubungan anak dan orang tua, percintaan masa sekolah, serta mistisnya juga," kata Abidzar Al Ghifari.


Sementara, Jourdy Pranata mengakui, dalam menggarap film Balada Si Roy juga menghadapi banyak tantangan, yakni syuting di masa penyebaran Covid-19 masih tinggi pada 2021.


Selain itu, tantangan lainnya ialah menghidupkan era 1980-an yang tidak hanya di film, namun benar-benar diterapkan selama proses syuting agar semakin menjiwai perannya.


Bahkan, kala itu vaksin Covid-19 belum masuk ke Indoneisa, sehingga protokol kesehatan ketat betul-betul diterapkan saat menjalani proses syuting di tiga kota.


"Padahal, dalam film itu kami berperan menjadi anak-anak yang easy going, tetapi syutingnya di hotel saja akibat pandemi Covid-19," kata Jourdy Pranata.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved